Headline.co.id, Jambi ~ Pemerintah Kota Jambi memanfaatkan bulan Ramadan sebagai kesempatan untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Melalui acara buka puasa bersama yang melibatkan pimpinan pondok pesantren, organisasi keagamaan, dan organisasi kemasyarakatan (ormas), Wali Kota Jambi Maulana menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia.
Acara yang berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum untuk memperkuat peran ulama dan ormas sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial dan spiritual masyarakat. Dalam sambutannya, Maulana menyatakan bahwa konsep kebahagiaan dalam visi pembangunan Kota Jambi tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas moral dan spiritual masyarakat.
“Dalam visi Kota Jambi Bahagia, kebahagiaan pertama berkaitan dengan spiritualitas. Infrastruktur bisa kita bangun dengan baik, tetapi jika akhlak generasi mudanya tidak kuat, maka kota ini belum memenuhi unsur kebahagiaan,” ujarnya. Maulana juga mengapresiasi kontribusi ulama, organisasi keagamaan, dan ormas yang selama ini berperan menjaga harmoni sosial dan membantu pemerintah dalam pelayanan masyarakat.
Pemkot Jambi terus menjalankan berbagai program kesejahteraan bagi guru ngaji, petugas syara, hingga pengurus rumah ibadah. Salah satu langkah yang sedang diperjuangkan adalah pemberian perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi marbot dan imam masjid di seluruh Kota Jambi. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan keadilan sosial bagi para pelayan keagamaan yang berkontribusi langsung dalam kehidupan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga memaparkan perkembangan Program Kampung Bahagia sebagai strategi pembangunan berbasis komunitas. Hingga Juni 2026, program ini ditargetkan menjangkau 803 RT, sementara sisanya akan dilaksanakan bertahap pada Juli–Desember 2026 dengan total sasaran 1.583 RT. Setiap wilayah rukun tetangga (RT) akan membentuk kelompok kerja (pokja) yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tokoh perempuan, pemuda, tokoh agama, hingga perangkat lingkungan.
“Pembangunan harus dirumuskan bersama masyarakat. Ketika warga dilibatkan, akan tumbuh rasa memiliki yang kuat terhadap program pembangunan,” jelasnya. Maulana juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi organisasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah, selama kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menurutnya, kebersamaan pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan. “Sudah saatnya kita bersama-sama membangun Kota Jambi. Jika semua warga terlibat, rasa memiliki akan semakin kuat dan pembangunan bisa dirasakan merata,” pungkasnya.
Melalui momentum Ramadan, Pemkot Jambi menegaskan arah pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada fisik kota, tetapi juga penguatan nilai spiritual, solidaritas sosial, dan partisipasi masyarakat sebagai fondasi menuju Kota Jambi yang maju, harmonis, dan sejahtera.






















