Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh Kepala Dinas Pertanian di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk mempercepat cetak sawah, optimalisasi lahan, serta program strategis pertanian lainnya. Instruksi ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional yang melibatkan jajaran Eselon I dan II serta Kepala Dinas dari seluruh Indonesia. Mentan Amran menekankan pentingnya menjaga momentum swasembada pangan yang telah dicapai agar tetap berkelanjutan.
Dalam rapat tersebut, Mentan Amran memberikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan swasembada pangan. Ia juga mengevaluasi progres cetak sawah di setiap provinsi dan meminta laporan perkembangan signifikan hingga akhir Maret 2026. Mentan Amran menegaskan bahwa daerah yang tidak menunjukkan keseriusan akan dievaluasi, dan anggarannya dapat dialihkan. “Bapak-Ibu sekalian kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga. Bapak-Ibu adalah pahlawan pangan yang membuat bangsa Indonesia terangkat di tingkat nasional dan global,” ujarnya.
Mentan Amran menekankan bahwa cetak sawah adalah fondasi keberlanjutan swasembada. Tahun lalu, cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare dan tahun ini ditargetkan 250 ribu hektare. Dengan kombinasi program optimalisasi lahan yang telah berjalan, swasembada pangan diharapkan dapat berkelanjutan. “Ini yang membuat sistem nanti. Ini yang membuat berkelanjutan swasembada kita,” tambahnya.
Mentan Amran juga memaparkan peningkatan produksi dan serapan beras. Berdasarkan data harian, pengadaan beras pada Januari meningkat 78 persen dibandingkan periode sebelumnya. Jika tren ini bertahan selama tiga bulan ke depan, stok nasional berpotensi mencapai sekitar 6 juta ton. “Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka,” ungkapnya.
Meski demikian, Mentan Amran mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran lengah. Evaluasi besar akan dilakukan setelah Lebaran Idulfitri, termasuk kemungkinan pergeseran anggaran secara besar-besaran pada April 2026. “Kita evaluasi nanti setelah Lebaran. April kita evaluasi, pergeseran anggaran kita lakukan besar-besaran. (Daerah) yang tidak serius, langsung kita pindahkan (anggaran dan programnya). Yang rajin, kita tambahkan. Kita mau negara ini berproduksi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah merupakan amanah rakyat yang harus diwujudkan menjadi produksi nyata. Bantuan akan diprioritaskan kepada daerah yang progresnya baik, sementara daerah dengan capaian rendah akan ditahan sementara hingga menunjukkan perbaikan. “Tolong seluruh Dirjen, daerah yang capaiannya rendah, alihkan ke yang rajin. Jadi Kabupaten dan Provinsi yang tidak serius, anggarannya tarik, pindahkan ke Provinsi lain, Kabupaten lain,” jelasnya.
Mentan Amran menekankan bahwa langkah tegas tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan perlindungan kepada daerah agar tidak terbebani target yang tidak mampu direalisasikan. “Bentuk cinta saya, kalau Anda tidak sanggup, saya pindahkan anggarannya. Daripada nanti tidak berjalan optimal di kemudian hari,” pungkasnya.
Selain komoditas padi, Mentan Amran juga menegaskan fokus pemerintah pada percepatan swasembada kedelai dan bawang putih sesuai arahan Presiden, serta penguatan hilirisasi komoditas perkebunan seperti kakao, kopi, kelapa, lada, dan lainnya. Dengan langkah percepatan yang terukur, disiplin realisasi anggaran, serta sinergi pusat dan daerah, Kementerian Pertanian optimistis momentum swasembada pangan dapat terus diperkuat. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi membangun sistem yang kokoh dan berkelanjutan demi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani Indonesia.






















