Headline.co.id, Palembang ~ Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengadakan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) untuk mempersiapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2026. Menhub menekankan pentingnya peran Sumsel sebagai simpul konektivitas di wilayah barat Indonesia, khususnya Pulau Sumatra, yang didukung oleh jaringan angkutan jalan, perkeretaapian, penyeberangan, dan udara.
“Penguatan koordinasi dan kemitraan strategis Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menjadi faktor penentu dalam menjamin penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, lancar, dan selamat. Langkah ini juga penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode arus mudik dan balik di wilayah Sumatra Selatan,” ujar Menhub Dudy saat bertemu Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru di Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (25/2/2026).
Menhub Dudy menjelaskan bahwa pergerakan masyarakat pada masa Angkutan Lebaran dari wilayah Sumsel diperkirakan mencapai 3,87 juta orang. Sementara itu, pergerakan masyarakat menuju wilayah Sumsel diprediksi mencapai 3,85 juta orang. “Sumatra Selatan punya posisi strategis sebagai simpul utama pergerakan masyarakat di koridor tengah Pulau Sumatra. Arus masuk dan keluar wilayah ini diproyeksikan akan meningkat dari arah Lampung dan Jambi, baik yang melalui jalur darat yaitu Tol Trans Sumatra dan Jaringan Jalan Lintas Sumatra maupun melalui angkutan udara, kereta api, serta penyeberangan menuju Kota Palembang dan sekitarnya,” terang Menhub.
Menhub Dudy menambahkan bahwa mobil pribadi menjadi pilihan utama pemudik dengan prediksi jumlah mencapai 76,24 juta orang. Trans Sumatra (Non Tol) menjadi pilihan kedua terbesar dengan prediksi jumlah mobil pribadi mencapai 7,85 juta kendaraan, yang berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas pada ruas arteri dan penghubung antarwilayah. “Pada Trans Sumatra, arus kendaraan pribadi dan bus akan terkonsentrasi di dua koridor utama, yaitu Jalan Lintas Timur yang menghubungkan Lampung-Palembang-Jambi serta Jalan Lintas Tengah melalui Baturaja-Lahat-Lubuk Linggau dan melewati Sumatra Selatan, sebelum akhirnya menuju ke beberapa provinsi seperti Jambi, Bengkulu, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, hingga Aceh,” ujar Menhub.
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penguatan manajemen lalu lintas, peningkatan pengawasan keselamatan, serta kesiapan sarana dan prasarana di setiap koridor strategis. Menhub juga menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan menyiapkan Program Mudik Gratis untuk membantu masyarakat agar bisa melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman, serta untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi selama masa libur Lebaran. Dalam program ini, Kementerian Perhubungan menyediakan 401 unit bus yang mampu mengangkut 15.834 penumpang dengan 34 kota tujuan, salah satunya Palembang.
Terminal Alang-Alang Lebar di Palembang menjadi lokasi kedatangan mudik gratis dan keberangkatan arus balik di wilayah Sumatra Selatan. Untuk angkutan laut, tersedia kuota sebanyak 66.082 penumpang ekonomi yang melayani 121 ruas, termasuk ruas Muntok-Palembang pada periode 11 Maret hingga 5 April 2026. “Butuh dukungan Pemprov Sumatra Selatan dalam hal menyediakan kemudahan akses bagi para pemudik untuk menuju terminal dan pelabuhan, termasuk layanan angkutan feeder pada simpul-simpul mudik gratis,” tutur Menhub.
Menhub juga membahas pembatasan operasional truk tiga sumbu atau lebih selama masa Angkutan Lebaran 2026. “Kami mengimbau seluruh pihak di wilayah Sumsel agar tidak mengoperasikan angkutan barang yang lebih muatan dan lebih dimensi untuk menjaga keselamatan bersama,” ujar Menhub. Selain itu, Menhub Dudy meminta Pemprov Sumsel untuk mengantisipasi titik-titik kemacetan yang disebabkan oleh pasar tumpah, pasar tradisional, hingga lokasi wisata. Antisipasi juga perlu dilakukan pada titik rawan bencana yang berpotensi menyebabkan banjir, longsor, hingga rob.
“Perlu koordinasi dan penyiapan manajemen arus lalu lintas terpadu untuk mengantisipasi kemacetan akibat pasar tumpah serta lonjakan pengunjung dari dan ke sekitar lokasi wisata. Adapun sebagai langkah antisipatif untuk meminimalisasi risiko bencana hidrometeorologi, kami mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca apabila kondisi cuaca menunjukkan potensi gangguan yang signifikan,” jelas Menhub.
Menhub Dudy juga membahas perlintasan sebidang di wilayah Sumsel. Terdapat 196 perlintasan sebidang di wilayah tersebut, dengan penambahan 138 penjaga untuk meningkatkan pengawasan. Menhub Dudy memberikan perhatian khusus kepada pengguna kendaraan pribadi, khususnya roda dua yang akan melintasi jalur arteri selama masa Lebaran. Bersama Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan mendorong optimalisasi masjid sebagai tempat istirahat sementara melalui program “Masjid Ramah Pemudik”.
“Terdapat sekitar 381 masjid dan sejumlah UPPKB atau jembatan timbang di wilayah Sumatra Selatan yang dapat dimanfaatkan sebagai rest area pendukung. Dengan tersedianya fasilitas tersebut, kami berharap para pemudik dapat beristirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan,” pungkas Menhub.
Turut hadir dalam pertemuan ini, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Kapolda Sumatra Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan Ketut Sumedana, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, dan sejumlah Forkopimda di lingkungan Provinsi Sumsel.






















