Headline.co.id, Surabaya ~ Menjelang arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan memesan tiket lebih awal. Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, pada Jumat (20/2/2026), menyatakan bahwa masyarakat yang belum mendapatkan tiket masih memiliki kesempatan untuk menggunakan moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
Untuk periode Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya menyediakan 561.528 tempat duduk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 179.440 tiket atau sekitar 31 persen telah terjual. Penjualan tiket ini berlaku untuk keberangkatan mulai 11 Maret (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10) dan diperkirakan akan terus meningkat.
Sejak 25 Januari 2026 pukul 00.00 WIB, pemesanan tiket telah dibuka hingga H-45 sebelum keberangkatan. Tanggal favorit sementara tercatat pada 18 Maret (H-3) dengan penjualan mencapai 17.545 tiket. Pada periode arus balik H+1 hingga H+10, tingkat keterisian tempat duduk juga menunjukkan tren kenaikan signifikan dan diproyeksikan mencapai puncaknya pada akhir masa libur Lebaran.
Sejumlah rute favorit pelanggan dari wilayah Daop 8 Surabaya meliputi tujuan Yogyakarta, Semarang, Ketapang, Bandung, dan Jakarta. Tingginya minat masyarakat mencerminkan kepercayaan terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi andalan saat musim mudik. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Daop 8 Surabaya melakukan pemantauan okupansi secara berkala serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana.
Pemeriksaan sarana (rampcheck), kesiapan awak kereta, peningkatan kebersihan stasiun dan rangkaian, hingga penguatan sistem pengamanan menjadi fokus utama. Selain itu, minat masyarakat terhadap program diskon tarif 30 persen untuk kelas ekonomi komersial juga cukup tinggi. Hingga saat ini, sebanyak 43.820 tiket diskon telah terjual dan jumlahnya terus bertambah.
KAI Daop 8 Surabaya menegaskan akan terus memantau perkembangan penjualan tiket guna memastikan kebutuhan transportasi masyarakat selama Lebaran dapat terpenuhi secara optimal.




















