Headline.co.id, Lumajang ~ Sistem Pertanian Terintegrasi Berbasis Cacing Ramah Lingkungan (Sischamling) berhasil meraih penghargaan dalam ajang Lumajang Innovation Award. Penghargaan ini menunjukkan bahwa inovasi yang didasarkan pada riset terapan dan potensi lokal dapat menjawab tantangan ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Sischamling, yang diinisiasi oleh Komunitas Sischamling, mengembangkan sistem budi daya cacing dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan sisa hasil pertanian sebagai pakan utama. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi serta memperkuat ekonomi sirkular, di mana limbah diolah kembali menjadi sumber daya produktif.
Ketua Tim Komunitas Sischamling, Imanurdin A, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang dengan skema terintegrasi, mulai dari pengumpulan bahan organik, proses budi daya, hingga pengolahan dan pemasaran produk. Model ini menghasilkan dua komoditas, yaitu cacing sebagai bahan baku pakan ternak dan perikanan serta kascing (vermikompos) sebagai pupuk organik bernilai tambah.
“Keunggulan inovasi ini terletak pada integrasi sistem. Kami tidak hanya memproduksi cacing, tetapi juga mengoptimalkan hasil samping berupa pupuk organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan,” ujar Imanurdin dalam keterangan pers yang diterima pada Sabtu (14/2/2026).
Secara ekonomi, budi daya cacing memiliki siklus produksi yang relatif cepat dan tidak memerlukan lahan luas, sehingga dapat dikembangkan dalam skala rumah tangga maupun kelompok. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan limbah organik membantu mengurangi volume sampah sekaligus mendorong praktik pertanian ramah lingkungan melalui penggunaan pupuk organik.
Imanurdin menambahkan bahwa inovasi ini juga mengedepankan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Warga dilibatkan dalam proses produksi, mulai dari penyediaan bahan baku hingga distribusi produk, sehingga manfaatnya dirasakan dalam bentuk peningkatan pendapatan serta kapasitas dan keterampilan.
“Kami berharap inovasi ini berkembang menjadi model usaha berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Tukum, Susanto, menyatakan bahwa pemerintah desa mendukung pengembangan inovasi berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat ekonomi masyarakat secara bertahap dan terarah.
Keberhasilan Sischamling di tingkat kabupaten diharapkan menjadi langkah awal pengembangan agribisnis berbasis inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan pasar. Integrasi aspek produksi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa teknologi sederhana yang dikelola secara sistematis mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi desa berkelanjutan.

















