Headline.co.id, Batang ~ Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-80, Kabupaten Batang menggelar kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung. Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Batang–Pekalongan bekerja sama dengan BAZNAS dan Alfamart memberikan bantuan kepada anak-anak penderita thalasemia di Pendopo Kabupaten Batang pada Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang diberi nama JMSI Peduli Thalasemia ini juga melibatkan Persatuan Orang Tua Penyandang Thalasemia. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Batang Suyono, unsur Forkopimda, dan jajaran perangkat daerah. Wakil Bupati Suyono menyampaikan apresiasi atas kepedulian insan pers dan para mitra yang turut membantu anak-anak penyandang thalasemia.
Selain itu, Suyono menambahkan bantuan pribadi sebesar Rp2.150.000,00 untuk melengkapi santunan uang tunai Rp6 juta dari Baznas serta paket sembako dari Alfamart. “Adik-adik thalasemia jangan merasa rendah diri. Kami semua teman dan pendamping kalian untuk hidup lebih kuat dan lebih semangat,” ujarnya.
Suyono mengajak anak-anak untuk tetap optimistis dalam menatap masa depan dan menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk meraih cita-cita. Menurutnya, kondisi kesehatan tidak boleh menghalangi semangat untuk belajar dan berkarya. Ia juga menekankan agar kepedulian terhadap penyandang thalasemia tidak berhenti hanya pada peringatan HPN. Masyarakat diimbau untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan atau rumah sakit jika ada kebutuhan layanan kesehatan.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai ada warga yang sakit tidak mendapatkan pertolongan,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Batang, Netty Wijayanti, menjelaskan bahwa thalasemia adalah kelainan darah genetik yang diturunkan dari orang tua dan bukan penyakit menular. Kondisi ini menyebabkan hemoglobin tidak berfungsi normal sehingga penderita mengalami anemia kronis.
“Untuk penyandang thalasemia mayor, kebutuhan transfusi darah rutin dan terapi pengeluaran zat besi harus dijalani seumur hidup. Saat ini tercatat ada 43 anak penyandang thalasemia di Kabupaten Batang, dengan jumlah terbanyak berada di wilayah Kecamatan Bandar,” jelasnya. Sebagai upaya pencegahan, POPTI telah memulai program Zero Thalasemia sejak Januari 2026 melalui edukasi dan skrining genetik di kalangan pelajar, salah satunya di SMA Negeri 1 Bandar. Program ini diharapkan mampu memutus rantai kelahiran thalasemia di masa mendatang.
Netty juga mengajak masyarakat dan berbagai instansi untuk rutin mendonorkan darah demi membantu keberlangsungan hidup anak-anak penyandang thalasemia. “Melalui kegiatan ini, JMSI berharap sinergi pers, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung pelayanan kesehatan serta membangun Batang yang peduli dan inklusif,” pungkasnya.
Acara tersebut diakhiri dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak-anak penyandang thalasemia serta edukasi kesehatan bagi keluarga pasien. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)























