Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan agar seluruh rumah ibadah di wilayah terdampak bencana di Sumatra dapat digunakan sebelum bulan suci Ramadan. Langkah percepatan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman selama Ramadan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa rumah ibadah menjadi prioritas utama dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. “Apalagi ini menjelang bulan suci Ramadan, kami punya skala prioritas, terutama untuk rumah ibadah,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Menurut data Kemenag, bencana tersebut telah berdampak pada 773 madrasah, 1.173 pesantren, 1.593 rumah ibadah, dan 102 Kantor Urusan Agama (KUA). Dari jumlah tersebut, beberapa fasilitas mengalami kerusakan berat, termasuk 110 madrasah, 107 pesantren, 40 rumah ibadah (terdiri dari 16 masjid dan 24 gereja), serta satu KUA yang harus direlokasi.
Progres pemulihan menunjukkan hasil yang signifikan. Sebanyak 650 madrasah telah direhabilitasi dan kembali beroperasi, 1.066 pesantren sudah aktif, 1.553 rumah ibadah telah difungsikan, dan 101 KUA kembali melayani masyarakat, dengan satu KUA menggunakan gedung sewa sementara.
Dalam proses renovasi dan rekonstruksi, Kemenag bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk pelaksanaan pembangunan fisik. Skema ini dinilai mempercepat proses teknis sekaligus meringankan beban administrasi kementerian. Selain itu, Kemenag juga mengalokasikan anggaran rehabilitasi secara langsung, lain:
– Rp85,5 miliar untuk rehabilitasi 123 madrasah.
– Rp74,1 miliar untuk 17 pondok pesantren.
– Rp20 miliar untuk rekonstruksi rumah ibadah.
– Rp3 miliar untuk pengadaan lahan dan relokasi satu Kantor Urusan Agama (KUA).
Secara regional, Aceh menjadi wilayah dengan dampak terbesar pada sektor pendidikan keagamaan, dengan 391 fasilitas terdampak. Dukungan anggaran juga dialokasikan untuk Sumatra Utara dan Sumatra Barat dengan nilai miliaran rupiah sesuai kebutuhan rehabilitasi.
Menjelang Ramadan, percepatan dilakukan terutama pada masjid dan rumah ibadah yang akan digunakan untuk salat tarawih dan kegiatan keagamaan lainnya. Perbaikan meliputi struktur bangunan, karpet, mimbar, sistem suara, instalasi listrik, hingga jaringan pendukung lainnya. Di sejumlah lokasi, alat berat dikerahkan dan pekerjaan dilakukan siang malam untuk mengejar target penyelesaian. Pemerintah juga mendapat dukungan dari masyarakat dan aparat TNI-Polri dalam percepatan pembangunan.
Kemenag memastikan pemulihan tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga pendampingan sosial-keagamaan bagi masyarakat terdampak, agar aktivitas keagamaan dan pendidikan dapat kembali berjalan normal. Dengan percepatan ini, pemerintah berharap Ramadan tahun ini dapat disambut dengan kondisi rumah ibadah dan lembaga pendidikan keagamaan yang lebih siap dan layak digunakan.



















