Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem perlindungan wilayah dari ancaman bencana Gunung Semeru. Komitmen ini diwujudkan melalui sosialisasi pelaksanaan Proyek Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan (VDRRSL) Paket S2 dan S4. Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menyatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari strategi penguatan tata kelola mitigasi bencana yang menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
Proyek VDRRSL dirancang untuk mengatasi karakteristik risiko Gunung Semeru yang bersifat berulang, progresif, dan berdampak lintas wilayah, terutama di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bondoyudo–Bedadung. Agus Triyono menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pengendali lahar harus dipandang sebagai investasi keselamatan jangka panjang, bukan sekadar proyek fisik. “Setiap infrastruktur pengendali bencana yang dibangun hari ini adalah upaya melindungi nyawa, sumber penghidupan, dan masa depan masyarakat Lumajang. Karena itu, proyek ini harus dilaksanakan dengan perencanaan matang, koordinasi yang kuat, dan dukungan semua pihak,” tegas Agus di Lantai III Nararya Kirana Kantor Bupati Lumajang, Jumat (6/2/2026).
Paket S2 yang berlokasi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, difokuskan pada penguatan mitigasi di wilayah hulu DAS Bondoyudo–Bedadung yang menjadi jalur utama aliran lahar Semeru. Kegiatan ini meliputi pembangunan dua unit bangunan pengendali sedimen (check dam/sabodam), revetmen beton sepanjang sekitar 900 meter, serta jalan akses dan pelintas sepanjang sekitar 500 meter. Dengan kapasitas tampungan sedimen mencapai sekitar satu juta meter kubik, infrastruktur ini dirancang untuk mereduksi daya rusak material lahar sebelum mencapai kawasan permukiman dan lahan produktif di wilayah hilir.
Sekda mengingatkan bahwa pelaksanaan proyek tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial masyarakat, termasuk aktivitas penambangan pasir rakyat yang menjadi sumber penghidupan warga setempat. “Mitigasi bencana harus berjalan seiring dengan pengelolaan sosial. Koordinasi lintas sektor mutlak diperlukan agar pembangunan tetap tertib, aman, dan tidak menimbulkan konflik,” ujarnya.
Sementara itu, Paket S4 yang berlokasi di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, menyasar wilayah tengah hingga hilir DAS Bondoyudo–Bedadung yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir lahar dan sedimentasi. Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan satu unit consolidation dam, enam ruas tanggul pengarah aliran dengan total panjang sekitar 2.500 meter, serta penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) secara ketat. Dengan kapasitas tampungan sedimen sekitar 0,34 juta meter kubik, Paket S4 diharapkan mampu meningkatkan perlindungan kawasan Candipuro serta memperkuat ketahanan infrastruktur dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat yang selama ini terdampak bencana vulkanik dan hidrometeorologi.
Lebih lanjut, Agus Triyono menekankan bahwa keberhasilan Proyek VDRRSL tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi dari sejauh mana proyek ini mampu menurunkan risiko bencana, memperkuat kesiapsiagaan wilayah, serta membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya mitigasi yang terencana dan berkelanjutan.



















