Headline.co.id, Banggai ~ PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) mengukuhkan perannya dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Tahun 2025. Acara tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Best Western Palu pada Rabu (4/2/2026).
RUPST dan RUPS-LB ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi kinerja Bank Sulteng selama tahun buku 2025 serta menetapkan kebijakan strategis guna memperkuat peran bank daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang berkelanjutan. Agenda RUPST mencakup pembahasan laporan kinerja keuangan dan operasional Bank Sulteng, termasuk capaian, tantangan, serta langkah perbaikan ke depan. Sementara itu, RUPS-LB difokuskan pada persetujuan sejumlah rencana strategis yang bertujuan meningkatkan daya saing Bank Sulteng sebagai Bank Pembangunan Daerah.
Rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) pertama, seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah, perwakilan Mega Corp sebagai PSP kedua, serta jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Bank Sulteng. Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas kinerja Direksi dan seluruh jajaran Bank Sulteng yang menunjukkan perkembangan signifikan dalam satu tahun terakhir.
“Saya mengamati Bank Sulteng mengalami kemajuan yang cukup pesat. Ke depan, saya berharap Bank Sulteng terus tumbuh dan bahkan memiliki kantor representatif yang menjadi ikon kebanggaan Sulawesi Tengah,” ujarnya. Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi aktif pemerintah daerah dan Bank Sulteng. Menurutnya, sebagai bank milik daerah, Bank Sulteng harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program pembangunan di kabupaten dan kota.
“Saya berharap para bupati dan wali kota memandang Bank Sulteng sebagai milik bersama. Karena memang bank ini milik kita, maka kemitraan aktif perlu terus diperkuat,” tegasnya. Lebih lanjut, Anwar Hafid menegaskan bahwa RUPS bukan sekadar forum formal, melainkan sarana untuk mengukuhkan komitmen Bank Sulteng dalam mendorong pembiayaan sektor produktif, memperluas inklusi keuangan, serta menghadirkan inovasi layanan perbankan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui RUPST dan RUPS-LB ini, Bank Sulteng diharapkan semakin kokoh sebagai instrumen pembangunan daerah yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi, memperkuat kemandirian fiskal daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.






















