Headline.co.id, Pontianak ~ Ahmad Hasyim Hadrawi, seorang aparatur sipil negara yang dikenal berdedikasi, meninggal dunia pada Selasa (20/1/2026). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi Pemerintah Kota Pontianak dan keluarga besar Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat. Hasyim dikenal sebagai sosok yang berkomitmen dalam menjaga harmoni di tengah keragaman sosial Kota Pontianak.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, dalam sambutannya saat pelepasan jenazah, menyatakan bahwa almarhum adalah ASN yang bertanggung jawab dan memiliki loyalitas tinggi. “Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi jajaran ASN dan seluruh pihak yang pernah bekerja sama,” ujarnya di hadapan para pelayat, Rabu (21/1/2026).
Hasyim Hadrawi dikenal sebagai teladan dalam bekerja, dengan integritas dan komitmen yang tinggi terhadap tugasnya. Kontribusinya tidak hanya dirasakan dalam pemerintahan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang mempererat hubungan antarwarga. “Di tengah kesedihan ini, kita perlu mengingat betapa pentingnya nilai pengabdian, persatuan, dan saling menghormati yang selalu beliau tekankan,” tambah Bahasan.
Sejak Oktober 2022, Hasyim menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pontianak. Dalam perannya, ia mengelola relasi sosial dan politik dengan pendekatan dialog dan empati. Stabilitas kota dibangun dengan kepercayaan dan pemahaman terhadap manusia di balik setiap persoalan.
Lahir di Yogyakarta pada 15 Juni 1968, Hasyim memulai karier sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil pada 1 Maret 1998 dan diangkat menjadi PNS pada 1 November 1999. Ia menempuh karier secara bertahap, menjabat berbagai posisi strategis seperti Kepala Bidang Pemuda dan Kepala Bidang Industri. Puncak kariernya adalah sebagai Kepala Kesbangpol Kota Pontianak.
Hasyim Hadrawi juga dikenal disiplin dan bertanggung jawab, dengan penilaian kinerja yang konsisten. Ia dianugerahi Satyalancana Karya Satya 10 Tahun pada 2012 sebagai pengakuan atas kesetiaan dan pengabdiannya kepada negara. Pengabdiannya tidak terlepas dari latar belakangnya di Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat, di mana ia mewarisi nilai keikhlasan dan kesabaran.
Kaderisasi Hasyim di lingkungan NU berlangsung lengkap, melalui Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), hingga Gerakan Pemuda Ansor. Di luar NU, ia juga aktif di DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), memperluas jejaring dan pengalaman lintas organisasi.
Wakil Wali Kota Pontianak menutup sambutannya dengan penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum, serta permohonan maaf atas segala khilaf semasa hidupnya. Ahmad Hasyim Hadrawi kini telah berpulang, namun jejak pengabdiannya tetap ada di berbagai ruang, baik di meja-meja birokrasi maupun forum dialog lintas organisasi. Semangat dan pengabdiannya akan terus dikenang. (prokopim/Jemi Ibrahim)





















