Headline.co.id, Jakarta ~ Ribuan warga dari berbagai daerah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini mengusung tema yang bertujuan memperkuat persatuan bangsa dan mendoakan kemajuan Indonesia.
Sejak siang hari, peserta dari berbagai provinsi mulai berdatangan ke Monas. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk tokoh agama, pendidik, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat umum yang ikut serta dalam doa bersama menjelang peringatan 17 Agustus.
Idah Baridah, seorang guru yang tergabung dalam rombongan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, menyatakan bahwa kehadirannya bersama rombongan bertujuan untuk mendoakan bangsa agar tetap aman, sejahtera, dan terus berkembang. “Kami datang dengan harapan agar Indonesia selalu dalam lindungan Tuhan,” ujar Idah saat ditemui , Sabtu (1/8/2026).
Rombongan dari Kabupaten Bogor mengerahkan sekitar 39 bus, dengan masing-masing bus mengangkut sekitar 54 hingga 55 peserta, sehingga jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari dua ribu orang.
Paulus, perwakilan dari Perkumpulan Keluarga Besar Guru Agama Jakarta Barat, juga menyampaikan semangat serupa. Bersama rombongannya, ia mengikuti doa kebangsaan sebagai bentuk harapan agar Indonesia memiliki kepemimpinan yang semakin berintegritas dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Menurut Paulus, peserta dari organisasinya dibagi ke dalam sejumlah kelompok yang masing-masing beranggotakan sekitar 20 orang sebelum bersama-sama memasuki kawasan Monas. Ia berharap doa bersama lintas agama dapat menjadi momentum memperkuat persaudaraan nasional sekaligus memohon agar para pemimpin bangsa diberikan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah. “Semoga doa ini menjadi berkah bagi kita semua,” katanya.
Acara Zikir dan Doa Kebangsaan ini tidak hanya menjadi agenda spiritual, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah, profesi, dan latar belakang agama dalam satu semangat persatuan. Melalui doa bersama tersebut, masyarakat berharap nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan gotong royong terus menjadi fondasi dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, serta semakin kuat menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
















