Headline.co.id, Bireuen ~ Puskesmas Peusangan Siblah Krueng di Kabupaten Bireuen mengalami gangguan serius dalam pelayanan kesehatan dasar akibat banjir lumpur yang merusak hampir seluruh fasilitas utama. Meskipun demikian, puskesmas ini tetap berupaya memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Kepala Puskesmas, dr. Darmawanti, MKM, menyatakan bahwa pemulihan sarana dan prasarana kesehatan menjadi kebutuhan paling mendesak saat ini. Banyak fasilitas penunjang layanan yang tidak dapat digunakan karena terendam lumpur.
Kerusakan paling parah terjadi pada ruang rawat inap, di mana seluruh tempat tidur dan kasur pasien rusak total. Hal ini menyebabkan pelayanan perawatan tidak dapat dilakukan secara maksimal, sehingga puskesmas terpaksa membatasi jenis layanan yang diberikan kepada pasien. Selain itu, sejumlah alat medis penting seperti USG dan EKG juga mengalami kerusakan berat, dan kulkas vaksin untuk imunisasi ikut terdampak, mengakibatkan pelayanan imunisasi dan pemeriksaan penunjang medis terhenti.
“Semua alat itu terendam lumpur. Banyak yang rusak, termasuk seluruh komputer pelayanan,” ujar Darmawanti. Meski dalam keterbatasan, Puskesmas Peusangan Siblah Krueng tetap berupaya memberikan pelayanan kesehatan secara bertahap. Pelayanan darurat masih dijalankan dengan memaksimalkan fungsi Unit Gawat Darurat (UGD) dan beberapa klaster pelayanan prioritas, meskipun belum sepenuhnya optimal.
Untuk menjaga keberlanjutan layanan imunisasi, vaksin sementara dititipkan pada fasilitas kesehatan terdekat yang tidak terdampak bencana. Langkah ini diambil agar bayi dan balita yang membutuhkan imunisasi tetap dapat terlayani. Ketiadaan ambulans juga menjadi persoalan mendesak, membatasi mobilisasi pasien rujukan dan meningkatkan risiko keterlambatan penanganan medis, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia.
Darmawanti berharap pemulihan pascabencana dapat segera dilakukan agar layanan kesehatan kembali normal. “Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan berharap kondisi pascabencana ini bisa segera pulih,” katanya. Kerusakan menyeluruh di Puskesmas Peusangan Siblah Krueng menunjukkan rapuhnya infrastruktur layanan kesehatan di wilayah rawan bencana. Tanpa pemulihan cepat dan dukungan sarana yang memadai, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar berpotensi semakin terhambat, terutama pada fase pascabencana ketika kebutuhan layanan medis justru meningkat.








