Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah berkomitmen mempercepat pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Target penyelesaian proyek ini adalah sebelum bulan Ramadan. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa dari 50.367 unit rumah yang mengalami kerusakan berat, sebanyak 27.818 unit telah diajukan untuk pembangunan hunian sementara.
Pada pertengahan Januari 2026, sebanyak 6.063 unit masih dalam tahap pembangunan, sementara 871 unit telah selesai dan siap dihuni. Selain itu, pengajuan pembangunan hunian tetap juga sedang berlangsung dengan total 11.736 unit diajukan, dan 648 unit di antaranya sedang dalam tahap konstruksi.
BNPB juga mengoptimalkan skema bantuan dana tunggu hunian (DTH) untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa transisi menuju hunian tetap. Hingga pertengahan Januari 2026, pengajuan DTH mencapai 15.346 kepala keluarga, dengan 10.717 rekening penerima siap dan bantuan telah disalurkan kepada 2.695 kepala keluarga terdampak.
Untuk mempercepat penanganan darurat dan meminimalkan risiko bencana susulan, BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah rawan bencana hidrometeorologi basah di Sumatra. Hingga 17 Januari 2026, OMC di Aceh telah dilakukan sebanyak 487 sorti dengan total bahan semai natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) sebesar 465.800 kilogram. Di Sumatra Utara, operasi ini dilakukan sebanyak 377 sorti dengan total bahan semai 330.800 kilogram, dan di Sumatra Barat sebanyak 403 sorti dengan total bahan semai mencapai 400.325 kilogram.
Operasi ini bertujuan untuk mengendalikan intensitas curah hujan dan mengurangi potensi bencana lanjutan di wilayah rawan. Abdul Muhari menegaskan bahwa sinergi yang solid dalam percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan hunian layak, serta penguatan mitigasi bencana diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman dan tangguh.




















