Headline.co.id, Jakarta ~ Unit Pencegahan Densus 88 AT Polri mengadakan kegiatan Sosialisasi Kebangsaan (SOSBANG) di SMAN 2 Mataram pada Senin, 12 Januari 2026. Acara ini bertujuan untuk mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) di kalangan pelajar. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WITA di sekolah yang berlokasi di Jalan Panji Tilar Negara No.25, Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, dan dihadiri oleh sekitar 1.500 siswa, guru, serta pengurus sekolah.
Kepala SMAN 2 Mataram dalam sambutannya berharap agar seluruh siswa dan guru dapat menyerap materi yang disampaikan sebagai bekal untuk menghindari pengaruh paham IRET. Ia menjelaskan bahwa sekolah tersebut memiliki sekitar 1.500 pelajar, terdiri dari 1.000 siswa muslim dan 500 siswa non-muslim, yang semuanya terlibat dalam kegiatan ini. Siswa non-muslim mengikuti kegiatan dari lorong sekolah dan ruang kelas.
Pada sesi utama, Tim Pencegahan menyampaikan materi mengenai definisi intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, serta perkembangan pola penyebaran paham radikal yang kini menyasar anak-anak dan generasi muda. Mereka juga membahas penyebab, karakteristik, dan dampak dari paham IRET. Tim menyoroti bahaya penyebaran paham ini melalui media sosial dan gim online, serta memberikan contoh kasus yang pernah terjadi di lingkungan sekolah, seperti di SMAN 72 Jakarta.
Materi dilanjutkan dengan pemaparan langkah-langkah pencegahan dan sesi diskusi interaktif bersama para siswa. Kegiatan SOSBANG ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan dokumentasi bersama. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan diharapkan dapat memperkuat ketahanan ideologis pelajar SMAN 2 Mataram dari pengaruh paham IRET.




















