Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 877.126.124.000 untuk memulihkan 94.742 hektare lahan pertanian sawah yang terdampak bencana alam di tiga provinsi di Pulau Sumatra. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan sektor pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional setelah bencana.
Amran Jamaluddin, Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, menyatakan bahwa dana tersebut telah disalurkan melalui mekanisme transfer ke daerah. Fokus utama dari program ini adalah memastikan agar aktivitas produksi pangan masyarakat dapat segera kembali normal setelah sempat terhenti akibat kerusakan lahan. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa produksi pangan dapat kembali berjalan dengan baik,” kata Amran saat memberikan keterangan pers di Kemendagri, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Amran menjelaskan bahwa program rehabilitasi ini bersifat komprehensif. Selain fokus pada pembersihan lahan dari material sisa bencana, pemerintah juga memprioritaskan perbaikan sistem irigasi yang rusak serta memberikan dukungan teknis bagi para petani agar dapat kembali menggarap lahan mereka secara produktif. Menurut Amran, besarnya alokasi anggaran ini mencerminkan perhatian serius pemerintah terhadap sektor pertanian.
Dampak bencana dinilai tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga secara langsung melumpuhkan sumber penghidupan utama masyarakat di wilayah terdampak. Pemerintah berharap dengan adanya program ini, masyarakat dapat segera bangkit dan memulihkan kondisi ekonomi mereka melalui sektor pertanian.



















