Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan ke daerah yang terdampak banjir di Aceh untuk memastikan percepatan pemulihan sektor pangan. Kunjungan ini dilakukan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Perdagangan, Budi Santoso. Fokus utama kunjungan ini adalah pada tambak perikanan budi daya dan lahan pertanian yang mengalami kerusakan akibat banjir.
Berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan, lebih dari 30.000 hektare lahan tambak udang dan bandeng di wilayah tersebut terdampak banjir dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Pemerintah berupaya mempercepat pemulihan fisik tambak melalui perbaikan infrastruktur dasar agar kegiatan budi daya perikanan dapat segera dilanjutkan oleh masyarakat.
Selain tambak, Menko Pangan juga menekankan pentingnya revitalisasi sawah yang terdampak banjir. Hal ini dilakukan melalui perbaikan jaringan irigasi dan pembersihan endapan lumpur agar lahan pertanian dapat kembali produktif. Menko Pangan menyatakan bahwa pemerintah akan memperjuangkan penyaluran jaminan hidup bagi warga terdampak banjir untuk menjaga keberlangsungan hidup masyarakat selama masa pemulihan.
Pemerintah juga berencana mempercepat pembangunan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir. Dalam rangkaian kunjungan yang sama, Menko Pangan meninjau rehabilitasi pasar serta posko bencana banjir di Pidie Jaya sebagai bagian dari upaya pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kementerian Perdagangan melalui program Kemendag Peduli menyalurkan bantuan senilai Rp450 juta kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjaga kelancaran distribusi barang selama masa pemulihan. Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan pascabanjir di Aceh dilakukan secara terpadu lintas sektor untuk menjaga ketahanan pangan nasional serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.




















