Headline.co.id, Semarang ~ Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memberikan pembekalan kepada 282 Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58 mengenai dinamika geopolitik global dan peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas nasional. Pembekalan ini disampaikan dalam Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-58 yang dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Lapangan Bhayangkara Akpol, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/7).
Dalam amanat yang dibacakan oleh Wakapolri, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menekankan pentingnya wawasan strategis bagi para perwira muda terhadap perkembangan lingkungan global yang semakin kompleks. “Dinamika geopolitik saat ini berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian,” ujar Wakapolri, mengacu pada konflik global seperti AS-Israel dengan Iran, perang Rusia-Ukraina, dan persaingan hegemoni Amerika Serikat dan China.
Kapolri juga menyoroti dampak dari ketidakstabilan geopolitik terhadap ekonomi Indonesia, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan. Meski demikian, pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan fiskal dan moneter yang terukur, serta program strategis seperti swasembada pangan dan energi.
Peran Polri dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah
Polri memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Program tersebut meliputi pemanfaatan lahan untuk penanaman jagung, pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri, dan penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu, Polri juga terlibat dalam pelayanan kesehatan gratis dan pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Merah Putih Presisi.
Penguatan Ketahanan Energi dan Perlindungan Pekerja
Dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional, Polri melakukan penegakan hukum di sektor minyak dan gas, pertambangan, serta ketenagalistrikan. Pengamanan objek vital nasional dan distribusi energi juga menjadi fokus utama. Selain itu, Polri berkomitmen melindungi hak-hak pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan Polri dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan mendirikan SMA Kemala Taruna Bhayangkara.
Melalui pembekalan ini, diharapkan para perwira muda lulusan Akpol Angkatan ke-58 tidak hanya memiliki kompetensi teknis sebagai insan Bhayangkara, tetapi juga memahami tantangan strategis bangsa. Mereka diharapkan mampu menjadi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, berintegritas, dan siap mengawal kepentingan nasional di tengah dinamika global.















