Headline.co.id, Bogor ~ PERSIB dan Bobotoh memberikan penghormatan kepada Roby Kurniawan saat menghadapi Java United di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu, 8 November 2026. Roby, Bobotoh asal Bogor, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas ketika dalam perjalanan menuju stadion untuk mendukung PERSIB. Penghormatan itu dilakukan melalui spanduk belasungkawa yang dibentangkan Bobotoh serta pita hitam yang dikenakan pemain, ofisial, dan staf pelatih PERSIB. Duka tersebut menjadi bagian dari perjalanan PERSIB di Jatidiri yang semestinya diwarnai dukungan langsung dari Roby bersama rekan-rekannya.
Roby berangkat bersama teman-temannya dari Bogor untuk menyaksikan PERSIB bertanding di kandang Java United. Perjalanan lintas provinsi itu dilakukan demi mendukung langsung tim kebanggaannya di Stadion Jatidiri.
Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi musibah. Kendaraan yang ditumpangi Roby mengalami kecelakaan lalu lintas di Tol PPTR KM 282-800 A, Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kecelakaan itu merenggut nyawa Roby. Kabar kepergiannya kemudian menyebar di keluarga besar Bobotoh dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta komunitas pendukung PERSIB.
Roby tidak sempat tiba di Stadion Jatidiri. Ia juga tidak memiliki kesempatan untuk ikut bernyanyi, mengibarkan atribut biru, dan menyaksikan perjuangan PERSIB bersama kawan-kawannya dari tribun.
Bobotoh Bentangkan Spanduk untuk Roby
Duka atas kepergian Roby turut terasa di Stadion Jatidiri. Di tengah lautan Bobotoh dan nyanyian dukungan untuk PERSIB, sebuah spanduk dibentangkan dengan tulisan, “One blood one live Tile”.
Tile merupakan nama panggilan Roby. Tulisan tersebut menjadi pesan belasungkawa sekaligus simbol ikatan persaudaraan di Bobotoh.
Kehadiran Bobotoh di stadion tidak hanya berarti nyanyian dan teriakan dukungan selama pertandingan. Di balik perjalanan menuju stadion, terdapat pengorbanan dan keinginan untuk memastikan PERSIB tidak merasa sendirian ketika bermain di kandang lawan.
Roby membawa semangat yang sama ketika berangkat menuju Semarang. Namun, perjalanan yang semestinya berakhir dengan perjumpaan bersama tim kesayangannya justru meninggalkan duka bagi orang-orang terdekatnya dan keluarga besar PERSIB.
PERSIB Kenakan Pita Hitam
PERSIB memberikan penghormatan khusus kepada Roby sebelum pertandingan dimulai. Para pemain yang dipimpin pelatih Igor Tolic memasuki lapangan dengan pita hitam melingkar di lengan.
Pita hitam tersebut juga dikenakan jajaran ofisial dan staf pelatih. Simbol itu menjadi bentuk belasungkawa dari keluarga besar PERSIB kepada Roby yang meninggal ketika sedang dalam perjalanan untuk mendukung klub.
Kapten PERSIB, Marc Klok, turut menyampaikan penghormatan melalui Instagram Stories. “Today is for you, Roby. RIP,” tulis Marc Klok.
Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Roby dan seluruh pihak yang merasakan kehilangan.
“Atas nama manajemen, pemain, tim, dan seluruh keluarga besar PERSIB, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Roby Kurniawan. Kami turut merasakan kesedihan yang mendalam dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Penghormatan dari Keluarga Besar PERSIB
Penghormatan di Stadion Jatidiri menjadi penanda bahwa Roby dipandang sebagai bagian dari keluarga besar PERSIB. Ia memang tidak sempat menyaksikan pertandingan secara langsung, tetapi kehadirannya tetap dikenang melalui spanduk Bobotoh dan pita hitam yang dikenakan tim.
Bagi Bobotoh, dukungan kepada PERSIB dapat mendorong seseorang menempuh perjalanan jauh. Namun, keselamatan tetap menjadi hal yang paling berharga bagi setiap orang yang berangkat untuk mendukung tim dan berharap dapat kembali dengan selamat.
Perjuangan PERSIB di Jatidiri pun didedikasikan untuk Roby. “Hatur nuhun” atas cinta dan dukungannya untuk PERSIB. Pileuleuyan, Roby.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















