Headline.co.id ~ Banda Aceh, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meminta pemerintah kabupaten/kota segera mendata sungai yang membutuhkan normalisasi untuk mengurangi risiko banjir dan mempercepat pemulihan pascabencana. Permintaan itu disampaikan dalam rapat percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana bersama pemerintah kabupaten/kota se-Aceh yang digelar secara virtual dari Ruang Rapat Wakil Gubernur Aceh, Rabu (4/11/2026). Normalisasi sungai Aceh menjadi salah satu prioritas karena sejumlah daerah kembali menghadapi banjir dan membutuhkan penanganan segera.
Rapat tersebut dipimpin Fadhlullah, yang akrab disapa Dek Fadh, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T. Robby Irza serta Ketua Tim Satgas PRRP Wilayah Aceh Imran. Dalam pertemuan itu, pemerintah kabupaten/kota menyampaikan perkembangan penanganan pascabencana, termasuk kebutuhan dan kendala yang dihadapi di wilayah masing-masing.
Pendataan Sungai Jadi Dasar Normalisasi
Fadhlullah menjelaskan, pemerintah daerah perlu segera mengidentifikasi sungai yang membutuhkan penanganan. Pendataan tersebut diperlukan agar proses normalisasi dapat dilakukan tanpa menunda waktu, terutama pada wilayah yang terdampak banjir.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia menyampaikan, berdasarkan koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, penanganan sungai yang selama ini menjadi kewenangan pemerintah pusat akan dikoordinasikan agar dapat dilimpahkan kepada pemerintah kabupaten/kota. Mekanisme itu disebut serupa dengan penanganan material kayu sisa bencana yang sebelumnya telah dilakukan.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah dapat melibatkan pihak ketiga untuk melakukan normalisasi sungai. Namun, pekerjaan tersebut tetap harus berada dalam pengawasan pemerintah.
Data sungai dari setiap daerah selanjutnya menjadi dasar koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan aparat penegak hukum. Koordinasi itu diperlukan untuk memberikan kepastian serta jaminan keamanan dalam pelaksanaan pekerjaan normalisasi.
Status Tanggap Darurat untuk Percepatan Penanganan
Selain meminta percepatan normalisasi sungai Aceh, Fadhlullah meminta pemerintah kabupaten/kota yang wilayahnya kembali dilanda banjir segera menetapkan status tanggap darurat bencana apabila diperlukan.
Menurut dia, penetapan status tanggap darurat menjadi salah satu dasar bagi pemerintah pusat dan kementerian terkait untuk mempercepat penanganan bencana serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Bagi bupati/wali kota yang wilayahnya kembali dilanda banjir dan membutuhkan penanganan segera, silakan menetapkan kembali status tanggap darurat bencana sesuai ketentuan yang berlaku guna mempermudah proses penanganan,” ujar Dek Fadh.
Pernyataan tersebut ditujukan kepada pemerintah kabupaten/kota yang membutuhkan penanganan segera akibat banjir. Penetapan status harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar proses penanganan dan bantuan dapat dipercepat.
Penyerapan TKD dan Kebutuhan Alat Berat
Fadhlullah juga meminta pemerintah kabupaten/kota mempercepat penyerapan anggaran Transfer ke Daerah (TKD). Anggaran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemulihan pascabencana di masing-masing wilayah.
Di sisi lain, Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan alat berat, terutama bagi daerah yang mengalami kerusakan parah. Proses pengadaan alat berat itu saat ini tengah berlangsung di tingkat pusat.
Kebutuhan alat berat menjadi bagian dari pembahasan dalam koordinasi penanganan pascabencana bersama pemerintah kabupaten/kota. Setiap daerah menyampaikan perkembangan, kebutuhan, serta kendala yang dihadapi dalam proses pemulihan.
Koordinasi Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota diharapkan memperkuat penanganan serta pemulihan pascabencana agar berjalan terpadu dan tepat sasaran. Pemerintah daerah juga didorong segera menindaklanjuti pendataan sungai, penetapan status tanggap darurat apabila diperlukan, serta percepatan pemanfaatan anggaran untuk mendukung langkah pemulihan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















