Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) 2026 kepada 109 buruh tani tembakau di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bantuan sebesar Rp600.000 per orang itu diserahkan Bupati Lumajang Indah Amperawati di Balai Desa Tumpeng pada Selasa (3/11/2026) pagi. Penyaluran dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menjaga daya beli masyarakat yang bekerja di sektor pertanian tembakau. Total bantuan yang disalurkan kepada seluruh penerima mencapai Rp65,4 juta.
BLT DBHCHT 2026 Menjangkau Tujuh Desa
Sebanyak 52 penerima BLT DBHCHT 2026 berasal dari Desa Tumpeng. Selanjutnya, 31 penerima berasal dari Desa Penanggal, 15 orang dari Desa Jarit, dan empat orang dari Desa Candipuro.
Penerima lainnya berasal dari Desa Jugosari dan Desa Kloposawit, masing-masing tiga orang. Sementara itu, Desa Sumberejo tercatat memiliki satu penerima bantuan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Penyaluran dilakukan kepada buruh tani tembakau yang berada di wilayah Kecamatan Candipuro. Bantuan tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau DBHCHT bagi masyarakat yang bekerja di sektor tembakau.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menjelaskan, DBHCHT berasal dari penerimaan negara atas cukai hasil tembakau. Sebagian penerimaan itu kemudian dialokasikan kembali kepada daerah untuk digunakan dalam sejumlah program, termasuk bantuan sosial.
“Dana DBHCHT ini berasal dari cukai hasil tembakau yang ditanam dan diproduksi oleh masyarakat, kemudian dikembalikan lagi kepada masyarakat. Karena itu, pemerintah berupaya agar sebagian manfaat dari penerimaan DBHCHT dapat dirasakan melalui program bantuan langsung tunai,” ujarnya.
Dukungan bagi Pekerja di Sektor Tembakau
Indah mengatakan buruh tani tembakau memiliki peran dalam rangkaian proses produksi tembakau. Peran tersebut mencakup penanaman, pemeliharaan, pemanenan hingga pengolahan awal daun tembakau.
Atas peran itu, penyaluran BLT DBHCHT menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja di sektor pertanian tembakau. Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap manfaat dana bagi hasil cukai dapat dirasakan oleh masyarakat yang terlibat langsung dalam sektor tersebut.
Bantuan senilai Rp600.000 per orang diharapkan dapat membantu penerima memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pemerintah juga meminta bantuan tersebut digunakan secara bijak dengan mengutamakan kebutuhan keluarga.
Indah menyampaikan, nilai bantuan yang diberikan memang terbatas. Namun, pemerintah berharap bantuan itu tetap memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima dan membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
“Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap manfaatnya bisa dirasakan secara nyata oleh keluarga penerima. Semoga dapat membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga dan menjaga daya beli masyarakat,” ungkapnya.
Total Bantuan BLT DBHCHT Mencapai Rp65,4 Juta
Berdasarkan jumlah penerima dan besaran bantuan per orang, total BLT DBHCHT yang disalurkan di Kecamatan Candipuro mencapai Rp65,4 juta. Bantuan itu diberikan kepada 109 buruh tani tembakau yang tersebar di tujuh desa.
Pemkab Lumajang berharap penyaluran tersebut dapat membantu mengurangi kerentanan ekonomi keluarga buruh tani tembakau. Selain itu, program ini diharapkan memastikan dana bagi hasil cukai kembali memberikan manfaat kepada masyarakat yang bekerja di sektor tembakau.
Penyaluran BLT DBHCHT dilakukan melalui program bantuan sosial yang bersumber dari DBHCHT. Dana tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk mendukung masyarakat yang berkaitan dengan produksi tembakau, khususnya buruh tani yang terlibat sejak tahap penanaman hingga pengolahan awal.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ad/An-m)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















