Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Perhubungan menerima Dokumen Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi untuk memperkuat upaya penurunan emisi gas rumah kaca di sektor transportasi. Dokumen tersebut diterima Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Arif Toha di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (3/11). Peta jalan dekarbonisasi transportasi itu disusun melalui kerja sama dengan Pemerintah Inggris lewat program United Kingdom Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT), bersama WRI Indonesia dan mitra konsorsium lainnya. Pelaksanaannya diarahkan melalui peningkatan penggunaan angkutan umum massal, peralihan angkutan penumpang dan barang ke kereta api, modernisasi kapal, serta pemanfaatan teknologi pesawat yang lebih efisien.
Dokumen tersebut memuat arah kebijakan penurunan emisi gas rumah kaca pada sektor transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian. Arif Toha menegaskan, penyusunan peta jalan perlu diikuti penerapan hasilnya dalam perencanaan dan pelaksanaan program pada seluruh subsektor transportasi.
“Dengan telah diselesaikannya penyusunan peta jalan ini, saya berharap dapat dijadikan referensi bagi seluruh unit kerja dan masing-masing subsektor di lingkungan Kementerian Perhubungan dalam menyusun kebijakan, program kerja, dan aksi mitigasi ke depan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” kata Arif Toha.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Arah Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi
Peta jalan dekarbonisasi transportasi disusun berdasarkan inventarisasi emisi gas rumah kaca dan analisis pada setiap sektor transportasi. Hasil analisis tersebut menjadi dasar untuk menghitung potensi penurunan emisi, mengidentifikasi target dan aksi mitigasi, serta merumuskan arah kebijakan transisi energi.
Arah kebijakan itu disusun agar selaras dengan perencanaan jangka menengah dan jangka panjang Kementerian Perhubungan. Selain dokumen peta jalan, kerja sama tersebut menghasilkan panduan perhitungan emisi.
Pengembangan perangkat pendukung masih berlangsung untuk memperkuat perencanaan dan pelaksanaan dekarbonisasi sektor transportasi. Perangkat tersebut diharapkan mendukung proses pengukuran emisi serta pelaksanaan kebijakan berdasarkan data yang telah dihimpun.
Strategi Penurunan Emisi di Empat Subsektor
Pada sektor transportasi darat, kebijakan diarahkan untuk meningkatkan peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum massal. Angkutan yang didorong mencakup bus dan Bus Rapid Transit (BRT). Selain itu, penerapan manajemen lalu lintas menjadi bagian dari langkah penurunan emisi.
Di sektor perkeretaapian, Kementerian Perhubungan mendorong peningkatan penggunaan kereta api untuk angkutan penumpang dan barang. Elektrifikasi perkeretaapian juga termasuk dalam langkah yang disiapkan untuk mendukung penurunan emisi.
Sementara itu, sektor transportasi laut diarahkan untuk menurunkan emisi melalui modernisasi kapal dan peningkatan efisiensi operasional pelayaran. Pada subsektor transportasi udara, kebijakan mencakup modernisasi teknologi pesawat, peningkatan efisiensi penerbangan, serta pemanfaatan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Implementasi Membutuhkan Koordinasi dan Evaluasi
Arif Toha menekankan, pelaksanaan peta jalan membutuhkan komitmen dan koordinasi lintas subsektor. Pemantauan serta evaluasi secara berkelanjutan juga diperlukan agar perkembangan pelaksanaan dapat diukur dan menjadi dasar perbaikan kebijakan.
“Implementasinya tentu memerlukan komitmen, koordinasi lintas subsektor, serta pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan agar target yang telah ditetapkan dapat diwujudkan secara nyata,” tegasnya.
Penguatan inventarisasi emisi serta sistem pemantauan, pelaporan, dan verifikasi menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan peta jalan. Langkah tersebut diharapkan memperkuat kontribusi sektor transportasi dalam memenuhi komitmen penurunan emisi nasional.
Dokumen Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi juga diharapkan mendukung pencapaian target emisi nol bersih pada 2060. Menurut Arif Toha, dokumen tersebut dapat memperkuat kebijakan dan pelaksanaan aksi mitigasi di lingkungan Kementerian Perhubungan.
“Dokumen Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi ini memperkuat kebijakan dan pelaksanaan aksi mitigasi di lingkungan Kementerian Perhubungan serta memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) nasional,” tutur Arif Toha.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Head of Low Carbon Energy and Infrastructure Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia Giles Henley, perwakilan UK PACT Maria Herdanty, Deputy Fund Manager Palladium UK PACT Ivena Ersandi, dan perwakilan WRI Indonesia Wendy Aritenang. Sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan Kementerian Perhubungan juga hadir dalam kegiatan itu.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















