Headline.co.id, Lumajang ~ Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan longsor, saat peralihan musim kemarau menuju musim hujan. Imbauan itu disampaikan setelah tanah longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, menewaskan Imron Rosadi (40) dan putrinya, Hilyatuz Zaskia (9). Khofifah menyampaikan imbauan tersebut ketika mengunjungi keluarga korban bersama Bupati Lumajang Indah Amperawati pada Senin (2/11/2026). Pemerintah meminta warga memantau kondisi tanah dan lereng serta segera menjauh apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah.
Khofifah Ingatkan Risiko Bencana Saat Peralihan Musim
Khofifah mengatakan masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan membutuhkan kesiapsiagaan berlapis. Sebab, sejumlah wilayah masih menghadapi kekeringan dan keterbatasan air, sementara wilayah lain mulai mengalami hujan.
“Kewaspadaan masyarakat terhadap bencana itu harus dilakukan berlapis. Jadi, pada saat musim kemarau belum semua selesai, memang sudah harus dilakukan antisipasi menghadapi musim hujan yang sudah terjadi di beberapa daerah,” ujar Khofifah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut dia, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini untuk mengurangi risiko bencana akibat perubahan kondisi cuaca. Pemantauan lingkungan dan koordinasi pemerintah, petugas, serta masyarakat diperlukan agar potensi bahaya dapat segera direspons.
Imbauan tersebut disampaikan Khofifah dalam kunjungannya kepada keluarga korban longsor di Kabupaten Lumajang. Peristiwa longsor yang terjadi di Desa Tamanayu menjadi perhatian karena material tanah menimpa rumah warga dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Kronologi Longsor di Desa Tamanayu
Tanah longsor terjadi di Desa Tamanayu pada Sabtu (31/10/2026) dini hari. Tebing setinggi sekitar 10 meter yang berada di atas rumah warga runtuh dan menimpa bangunan tempat Imron Rosadi bersama putrinya, Hilyatuz Zaskia, sedang beristirahat.
Keduanya meninggal dunia setelah tertimpa material longsor. Peristiwa itu mendorong pemerintah kembali mengingatkan warga yang tinggal di kawasan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun.
Bupati Lumajang Indah Amperawati turut meminta warga yang bermukim di sekitar lereng dengan kondisi tanah tidak stabil untuk lebih berhati-hati. Kondisi lereng dan tanah di sekitar rumah perlu diperhatikan, khususnya saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Warga Diminta Menjauh Jika Ada Pergerakan Tanah
Pemerintah mengimbau masyarakat memperhatikan perubahan kondisi tanah dan lereng di sekitar tempat tinggal. Tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi lereng yang membahayakan perlu segera direspons untuk mencegah risiko korban.
Jika menemukan kondisi tersebut, warga diminta segera menjauh dari lokasi berisiko dan berkoordinasi dengan petugas terkait. Kewaspadaan juga diperlukan di kawasan yang berada dekat tebing atau lereng, terutama ketika hujan berlangsung.
Peningkatan kesiapsiagaan masyarakat diharapkan dapat membantu mengurangi risiko korban akibat bencana hidrometeorologi selama masa peralihan musim. Selain longsor, perubahan kondisi cuaca pada periode tersebut juga meningkatkan kebutuhan antisipasi terhadap potensi banjir di sejumlah wilayah.
Pemerintah menekankan pentingnya koordinasi masyarakat, petugas, dan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana. Respons yang cepat terhadap kondisi lingkungan dinilai penting agar bahaya dapat segera ditangani.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ad/An-m)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

![[Siaran Pers] Wamen Nezar Patria: Saatnya Startup Aceh Menciptakan AI Berbasis Bahasa Lokal](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/11/siaran-pers-wamen-nezar-patria-saatnya-startup-aceh-menciptakan-ai-berbasis-bahasa-lokal.jpg)
















