Headline.co.id, Sleman ~ Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Tonny Agung Arifianto memberikan pembinaan ideologi kebangsaan kepada siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, melalui agenda edukasi interaktif. Pembinaan ideologi BPIP itu digelar untuk mendukung upaya mewujudkan Asta Cita Presiden, khususnya menghadirkan ekosistem pendidikan bermutu yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.
Agenda tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sleman dan pimpinan SRMA 20 Sleman. Kepala SRMA 20 Sleman Retri Sudarsih turut menyambut antusias kegiatan yang ditujukan untuk memperkuat pemahaman kebangsaan para siswa.
BPIP Tekankan Pancasila Harus Diamalkan
Dalam pembinaan ideologi BPIP itu, Tonny menegaskan bahwa Pancasila tidak semestinya dipahami sebatas materi pembelajaran teoretis atau hafalan. Menurut dia, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diamalkan dan menjadi ruh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Tonny di hadapan para siswa.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan utama dalam kegiatan pembinaan ideologi kebangsaan di SRMA 20 Sleman. Para siswa tidak hanya diarahkan untuk memahami pedoman kenegaraan, tetapi juga menempatkan Pancasila sebagai dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kegiatan itu menjadi bagian dari agenda pendidikan yang menempatkan nilai-nilai luhur bangsa sebagai landasan. Pembinaan dilakukan dalam suasana edukasi interaktif dengan melibatkan siswa dan unsur pimpinan sekolah.
Siswa SRMA 20 Sleman Didorong Berprestasi
Selain menyampaikan pentingnya pengamalan Pancasila, Tonny memotivasi siswa agar tidak menjadikan latar belakang pendidikan sebagai batasan untuk meraih prestasi. Ia mendorong para pelajar berani menetapkan target yang lebih tinggi, termasuk pada tingkat nasional.
Tonny juga mengajak siswa berjuang memperebutkan posisi sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat. Dorongan itu disampaikan untuk membangun keberanian siswa dalam menetapkan cita-cita dan mengejar prestasi di tingkat nasional.
Kepala SRMA 20 Sleman Retri Sudarsih menyambut program tersebut. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan bahwa sekolah rakyat mampu melahirkan generasi muda yang kreatif dan sarat prestasi.
Pemaparan tersebut memperlihatkan peran sekolah dalam mendorong pengembangan potensi siswa. Kegiatan pembinaan ideologi kebangsaan kemudian menjadi ruang bagi para pelajar untuk memperoleh penguatan nilai-nilai kebangsaan sekaligus motivasi dalam meraih prestasi.
Ditutup Musik Akustik dan Lagu Padamu Negeri
Rangkaian pembinaan ideologi BPIP di SRMA 20 Sleman ditutup dengan penampilan musik akustik. Para siswa juga menyanyikan lagu “Padamu Negeri” secara paduan suara.
Penutupan tersebut berlangsung khidmat dan menjadi bagian akhir dari kegiatan edukasi interaktif yang diikuti para siswa, pimpinan sekolah, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sleman.
Penanaman ideologi sejak usia sekolah diyakini dapat membentuk generasi muda yang berintegritas. Selain itu, langkah tersebut diharapkan memperkuat fondasi jati diri kebangsaan para pelajar.
Kegiatan di SRMA 20 Sleman itu menegaskan bahwa pendidikan ideologi tidak berhenti pada penyampaian materi. Nilai Pancasila diarahkan untuk menjadi pedoman yang diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
(MC Kab. Sleman/KIM DSN Ngaglik/Andy Ahmad)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















