Headline.co.id, Jakarta ~ Kegiatan Marriage Refresh bertema “Bahagia Memilihmu” yang digelar KUA Kecamatan Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (31/10/2026), mendorong pasangan suami istri untuk terus merawat keharmonisan rumah tangga. Dalam kegiatan tersebut, Ida dan Sujadi, pasangan asal Jakarta Timur yang telah menikah selama 36 tahun, membagikan pengalaman menjaga hubungan melalui komunikasi, saling memahami, dan kesediaan mengalah. Kegiatan ini ditujukan bagi pasangan yang telah lama menikah maupun pasangan yang masih berada pada tahun-tahun awal perkawinan. Melalui Marriage Refresh, pasangan diajak membicarakan dinamika rumah tangga, mengelola konflik, dan memperbarui pemahaman tentang kehidupan berkeluarga.
Komunikasi Jadi Kunci Menjaga Rumah Tangga
Bagi Ida dan Sujadi, menjaga keharmonisan selama puluhan tahun bukan perkara mudah. Mereka menilai komunikasi menjadi salah satu kunci penting dalam mempertahankan hubungan suami istri, terutama ketika menghadapi perbedaan atau persoalan rumah tangga.
Ida menjelaskan, ketika salah satu pasangan sedang marah, pasangan lainnya perlu memberikan ruang dan tidak langsung membalas dengan emosi yang sama. Persoalan dapat dibicarakan setelah suasana menjadi lebih tenang sehingga pembahasan tidak berkembang menjadi pertengkaran berkepanjangan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selama 36 tahun membina rumah tangga, Ida dan Sujadi berusaha saling memahami serta mengalah ketika menghadapi perbedaan. Keduanya memilih tidak mempertahankan ego masing-masing agar persoalan dapat diselesaikan tanpa memperpanjang konflik.
Selain menjaga komunikasi, pasangan tersebut berupaya mempertahankan kedekatan melalui kegiatan sederhana bersama. Meluangkan waktu untuk pergi berdua menjadi salah satu cara mereka merawat hubungan di tengah rutinitas sehari-hari.
Pengalaman tersebut membuat Ida menilai bahwa keharmonisan rumah tangga perlu dirawat secara terus-menerus. Setiap pasangan memiliki tantangan masing-masing, sehingga kesediaan untuk saling mendengarkan dan memahami menjadi bekal penting dalam menjalani perkawinan.
Ida berharap kegiatan Marriage Refresh dapat diselenggarakan lebih luas, termasuk di KUA wilayah lain. Menurut dia, kegiatan semacam ini bermanfaat bagi pasangan yang telah lama menikah dan pasangan yang baru memasuki tahun-tahun awal perkawinan, ketika proses penyesuaian masih berlangsung.
Kemenag Nilai Pembinaan Keluarga Perlu Berkelanjutan
Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Lubenah Amir, mengapresiasi penyelenggaraan Marriage Refresh oleh KUA Kecamatan Tanah Abang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan pasangan suami istri dalam menjaga kualitas hubungan setelah memasuki kehidupan rumah tangga.
Lubenah menilai pembinaan keluarga tidak cukup berhenti pada tahap sebelum perkawinan. Pasangan suami istri tetap membutuhkan ruang untuk belajar, mengevaluasi hubungan, dan memperbarui pemahaman mengenai kehidupan berumah tangga seiring perubahan situasi serta tantangan yang mereka hadapi.
Ia memandang inisiatif KUA Tanah Abang sebagai praktik baik yang dapat menjadi contoh bagi KUA lainnya. Pendampingan keluarga, kata dia, perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar layanan KUA tidak hanya berfokus pada pencatatan perkawinan, tetapi juga hadir dalam perjalanan keluarga setelah akad nikah.
“Melalui kegiatan seperti ini, KUA dapat menyediakan ruang pertemuan bagi pasangan untuk berbagi pengalaman sekaligus memperoleh penguatan mengenai komunikasi, pengelolaan konflik, dan upaya menjaga keharmonisan. Pendekatan tersebut juga membuka kesempatan bagi pasangan untuk menyadari bahwa persoalan rumah tangga dapat dibicarakan dan diupayakan penyelesaiannya bersama,” jelasnya.
Marriage Refresh Diharapkan Direplikasi di Berbagai Daerah
Lubenah berharap praktik serupa dapat direplikasi oleh KUA di berbagai daerah dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan demikian, pembinaan keluarga tidak hanya menjadi kegiatan sesekali, tetapi menjadi bagian dari layanan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan peserta merupakan unsur penting dalam Marriage Refresh. Pengalaman pasangan yang telah menjalani kehidupan rumah tangga selama puluhan tahun dapat menjadi pembelajaran bagi pasangan lain. Sementara itu, pasangan yang lebih muda memperoleh perspektif dan bekal untuk menghadapi dinamika perkawinan.
Lubenah juga menilai Marriage Refresh dapat memperkuat peran KUA sebagai ruang pendampingan keluarga yang hadir sepanjang perjalanan perkawinan. Upaya merawat keluarga sakinah, kata dia, tidak berhenti ketika pasangan mengucapkan janji perkawinan, tetapi perlu dilanjutkan melalui komunikasi, pembelajaran, dan ikhtiar bersama.
“Melalui Marriage Refresh, KUA diharapkan semakin berperan sebagai ruang pendampingan keluarga yang hadir sepanjang perjalanan perkawinan. Upaya merawat keluarga sakinah pun tidak berhenti pada saat pasangan mengucapkan janji perkawinan, tetapi terus dilakukan melalui komunikasi, pembelajaran, dan ikhtiar bersama,” tandasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















