Headline.co.id, Sleman ~ Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo bersama Puskesmas Tempel I melatih kader Posyandu mengelola digitalisasi data kesehatan balita melalui kegiatan Edukasi Gizi di Aula Kalurahan Lumbungrejo, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini diikuti tiga perwakilan kader dari setiap padukuhan di wilayah tersebut. Pelatihan digelar untuk meningkatkan akurasi pencatatan gizi, tumbuh kembang, dan imunisasi balita menggunakan telepon genggam.
Digitalisasi data kesehatan balita tersebut diharapkan membantu kader menyampaikan laporan secara lebih tertib sekaligus mendukung tenaga medis dalam memantau perkembangan anak. Data yang dicatat secara rutin dinilai penting untuk mengidentifikasi potensi gangguan kesehatan sejak dini dan mempercepat respons terhadap balita yang membutuhkan penanganan gizi khusus.
Digitalisasi Data Kesehatan Balita untuk Perkuat Pelaporan
Agenda peningkatan kapasitas itu dirancang untuk memastikan pemantauan tumbuh kembang dan gizi balita berjalan akurat. Para kader dibekali cara mengoperasikan mekanisme pelaporan kesehatan secara digital melalui telepon genggam.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pelatihan tersebut ditujukan untuk memangkas hambatan birokrasi dalam penyampaian laporan kesehatan. Dengan mekanisme digital, administrasi pelayanan diharapkan menjadi lebih tertib dan pengarsipan data dapat dilakukan secara lebih baik.
Bidan Desa Puskesmas Tempel I, Murviana Anisa Putri, mengatakan keteraturan pencatatan menjadi bagian penting dalam mendukung kerja tenaga medis. Menurut dia, laporan kader membantu mengetahui perkembangan anak di wilayah tersebut.
“Pelaporan gizi, tumbuh kembang, dan imunisasi harus dilakukan secara rutin dan teratur karena data yang dicatat kader sangat penting untuk mengetahui perkembangan anak,” tegas Murviana.
Pencatatan yang dilakukan secara rutin mencakup data gizi, tumbuh kembang, dan imunisasi. Informasi tersebut menjadi bahan pemantauan terhadap kondisi balita sekaligus membantu mengenali kemungkinan gangguan kesehatan sejak awal.
Kader Posyandu Berperan di Tingkat Masyarakat
Selain memperkenalkan mekanisme pelaporan digital, kegiatan Edukasi Gizi menegaskan peran kader Posyandu dalam pemantauan kesehatan anak di tingkat masyarakat. Tiga perwakilan kader dari setiap padukuhan mengikuti agenda tersebut sebagai bagian dari peningkatan kapasitas pelaporan.
Lurah Lumbungrejo, Misbah Al Hakim, mengapresiasi pengabdian para kader yang berinteraksi langsung dengan keluarga. Ia menyebut kedekatan kader dengan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kesehatan dan tumbuh kembang anak tetap mendapat perhatian.
“Mereka memiliki peran penting karena berada dekat dengan masyarakat dan membantu memastikan kesehatan serta tumbuh kembang anak mendapat perhatian secara berkelanjutan,” puji Misbah.
Peran tersebut juga mendukung hubungan keluarga, kader Posyandu, dan tenaga medis. Melalui pencatatan yang teratur, informasi mengenai kondisi balita dapat menjadi bagian dari pemantauan kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Perkuat Sinergi Kalurahan dan Puskesmas
Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo dan Puskesmas Tempel I menempatkan peningkatan kapasitas kader sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pelayanan kesehatan balita. Digitalisasi administrasi menjadi salah satu instrumen yang diperkenalkan untuk mendukung ketertiban pelaporan.
Pihak kalurahan optimistis penyegaran wawasan dan penggunaan mekanisme pelaporan digital dapat memperkokoh kerja sama kader penggerak dan tenaga medis profesional. Sinergi tersebut diharapkan mendukung pemantauan kesehatan anak secara lebih teratur.
Digitalisasi data kesehatan balita juga diproyeksikan mempercepat respons medis terhadap balita yang membutuhkan penanganan gizi khusus. Dengan demikian, data yang dihimpun kader tidak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga menjadi informasi penting dalam pemantauan tumbuh kembang anak.
Upaya bersama kalurahan, puskesmas, kader, dan masyarakat itu diarahkan untuk memperkuat perlindungan kesehatan anak. Pihak kalurahan meyakini langkah tersebut dapat mendukung terwujudnya generasi muda Sleman yang sehat dan bebas dari ancaman gizi buruk. (MC Kab. Sleman/KIM Tempel/SBD)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















