Headline.co.id, Bogor ~ Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota Polda Jawa Barat membagikan helm gratis kepada anak-anak sekolah yang tidak mengenakan helm saat dibonceng orang tuanya. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Operasi Patuh Lodaya 2026 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 di seluruh wilayah Kota Bogor. Bersama Jasa Raharja dan instansi terkait, polisi memberikan sosialisasi tertib lalu lintas di area depan sekolah untuk meningkatkan keselamatan anak di jalan raya. Pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis dipilih karena masih ditemukan orang tua yang mengantar anak menggunakan sepeda motor tanpa perlengkapan keselamatan.
Operasi Patuh Lodaya 2026 Sasar Keselamatan Anak
Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026, jajaran Satlantas Polresta Bogor Kota memberikan perhatian terhadap kebiasaan orang tua yang belum melengkapi anak dengan helm ketika berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor.
Petugas tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga membagikan helm secara cuma-cuma kepada anak-anak sekolah yang didapati tidak memakai perlengkapan keselamatan tersebut saat diantar orang tua mereka.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kasatlantas Polresta Bogor Kota Kompol Ega Prayudi mengatakan, pembentukan karakter tertib berlalu lintas perlu dimulai sejak usia dini. Menurut dia, upaya tersebut juga harus didukung keteladanan orang tua ketika berkendara.
“Kemarin kami melaksanakan sosialisasi dan pembagian helm kepada anak-anak yang berangkat ke sekolah tanpa menggunakan helm saat diantar orang tuanya. Edukasi sejak usia dini ini penting agar anak-anak terbiasa menggunakan helm, mematuhi rambu, tidak melawan arus, dan menghindari perilaku yang membahayakan di jalan,” kata Kasatlantas Polresta Bogor, Rabu (28/10/2026).
Petugas Berikan Imbauan di Depan Sekolah
Area di depan sekolah menjadi salah satu lokasi yang disasar petugas selama Operasi Patuh Lodaya 2026. Di lokasi tersebut, petugas memberikan imbauan secara langsung kepada pengguna jalan, terutama orang tua yang mengantar anak menggunakan sepeda motor.
Sosialisasi dilakukan untuk membiasakan anak-anak menggunakan helm, mematuhi rambu lalu lintas, tidak melawan arus, serta menghindari perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
Pelibatan Jasa Raharja dan instansi terkait dilakukan dalam kegiatan sosialisasi tertib lalu lintas dan pembagian helm tersebut. Polresta Bogor Kota berharap pendekatan ini dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga keselamatan anak saat berada di jalan raya.
Penindakan Pelanggaran Tetap Selektif
Selain mengedepankan edukasi, petugas tetap melakukan penindakan selama Operasi Patuh Lodaya 2026. Penilangan dilakukan secara selektif dan diprioritaskan terhadap jenis pelanggaran yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Kompol Ega Prayudi juga menyampaikan bahwa upaya penertiban tidak hanya ditujukan kepada masyarakat. Sebelum menertibkan pengguna jalan, pemeriksaan terlebih dahulu dilakukan secara internal terhadap anggota kepolisian.
Pemeriksaan tersebut mencakup kelengkapan surat kendaraan dan administrasi seluruh anggota. Langkah itu menjadi bagian dari penertiban internal sebelum petugas menjalankan penegakan aturan lalu lintas di tengah masyarakat.
Kesadaran Orang Tua Diharapkan Meningkat
Polresta Bogor Kota berharap sosialisasi dan pembagian helm dalam Operasi Patuh Lodaya 2026 dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Bogor, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya menjaga keselamatan putra-putri mereka di jalan raya.
Melalui pendekatan humanis tersebut, kepolisian mendorong agar penggunaan helm dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kebiasaan sejak anak-anak. Edukasi juga diarahkan untuk membangun perilaku berkendara yang lebih tertib dan aman di lingkungan masyarakat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















