Headline.co.id, Padang ~ Sebanyak 53 keluarga di Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat, menerima bantuan sarana budi daya ikan air tawar melalui program Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar. Program binaan Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) UPT Padang tersebut diresmikan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir pada Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke-81. Bantuan diberikan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha perikanan skala rumah tangga di kawasan Koto Parak.
Keluarga penerima manfaat berasal dari RW 02, RW 05, dan RW 06 Kelurahan Pisang. Mereka termasuk kelompok desil 1–4 berdasarkan data kesejahteraan. Melalui program Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar, setiap keluarga memperoleh sarana produksi, pelatihan, serta pendampingan berkala agar mampu mengelola budi daya secara berkelanjutan.
Satu Kolam dan Ratusan Benih untuk Setiap Keluarga
Setiap penerima bantuan mendapatkan satu unit kolam bundar berdiameter 200 sentimeter dan tinggi 90 sentimeter, lengkap dengan instalasi pendukung. Selain itu, masing-masing keluarga menerima 750 ekor benih ikan nila dan 50 ekor benih ikan mas.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dukungan tersebut dirancang bukan hanya untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Sarana budi daya juga diharapkan menjadi modal awal bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha perikanan secara bertahap.
Pelatihan dan pendampingan diberikan agar keluarga penerima memiliki pengetahuan untuk mengelola kolam, meningkatkan hasil panen, serta mengembangkan kegiatan budi daya menjadi sumber ekonomi. Keberlanjutan program akan bergantung pada kemampuan penerima dalam merawat ikan, mengelola hasil produksi, dan memanfaatkan peluang pasar.
Maigus Nasir mengatakan program tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang mengembangkan pertanian perkotaan atau urban farming. Menurut dia, pemanfaatan ruang terbatas dapat membantu menjaga produktivitas masyarakat di tengah alih fungsi lahan pertanian perkotaan.
“Program yang diluncurkan YBM PLN ini sejalan dengan semangat Pemko Padang dalam mengembangkan urban farming. Kita ingin masyarakat tetap produktif dan mampu memanfaatkan lahan yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar Maigus.
Kolam Budi Daya Didorong Berkembang Menjadi Modal Usaha
Maigus meminta keluarga penerima manfaat mengelola bantuan secara konsisten agar budi daya ikan dapat berkembang dan memberikan hasil berkelanjutan. Ia mengingatkan agar kolam yang diterima dipandang sebagai modal usaha yang dapat diperluas secara bertahap.
“Bantuan yang diterima hari ini harus kita syukuri, manfaatkan, dan kembangkan. Kalau hari ini satu kolam, tahun depan kita berharap bisa menjadi dua, kemudian bertambah lagi,” katanya.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Maigus meminta Dinas Perikanan dan Pangan bersama jajaran kecamatan serta kelurahan mengawal pendampingan teknis bagi keluarga penerima manfaat. Pengawasan dan pendampingan tersebut diperlukan agar bantuan sarana produksi dapat dimanfaatkan secara optimal.
Program Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang juga diharapkan menjadi contoh pemberdayaan masyarakat yang dapat diterapkan di wilayah lain. Selain ketersediaan sarana, kemampuan keluarga dalam menjaga keberlanjutan budi daya dan mengelola hasil produksi menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program.
Kolaborasi PLN dan Pemerintah untuk Kemandirian Ekonomi
Manager PLN UPT Padang Teguh Dwi Rahmansyah mengatakan kolaborasi PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat diperlukan agar bantuan yang diberikan dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi berkelanjutan.
“Semoga program ini dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar diharapkan menjadi titik awal penguatan ekonomi keluarga dan kemandirian masyarakat,” kata Teguh.
Ketua YBM PLN UPT Padang Wesli Hamdani menjelaskan pendanaan program berasal dari zakat pegawai PLN yang dihimpun dan disalurkan kembali untuk mendukung pemberdayaan masyarakat kurang mampu.
Menurut Wesli, bantuan tidak hanya berupa sarana budi daya. Program tersebut dilengkapi pelatihan dan pendampingan agar penerima manfaat memiliki bekal dalam mengelola kolam, meningkatkan hasil panen, dan mengembangkan usaha secara bertahap.
Dengan dukungan sarana, keterampilan, serta pendampingan lintas sektor, Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan mulai dari tingkat keluarga. Program itu sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi melalui budi daya ikan air tawar.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.













![[Siaran Pers] Lindungi Musik Tradisional Indonesia, Wamen Nezar Patria Usulkan Mekanisme Perlindungan yang Mudah Diakses](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-lindungi-musik-tradisional-indonesia-wamen-nezar-patria-usulkan-mekanisme-perlindungan-yang-mudah.jpg)




