Headline.co.id, Kendari ~ Kementerian Agama mendorong penguatan sinergi kehumasan pusat dan daerah untuk menyampaikan program serta kinerja kepada masyarakat. Dorongan itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al-Asyhar, saat memberikan pembinaan kepada jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari, Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti para Kepala Kemenag Kabupaten/Kota, Kepala KUA, Kepala Madrasah, serta SDM Humas Kemenag se-Sulawesi Tenggara. Penguatan ini diperlukan untuk menghadapi distrust publik di media sosial, disinformasi, hoaks, serta potensi rekayasa informasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kemenag ingin seluruh unit kerja aktif berkomunikasi
Thobib mengatakan, Kemenag memiliki lebih dari 4.000 satuan kerja yang tersebar dari tingkat pusat hingga daerah. Jangkauan tersebut meliputi Kantor Urusan Agama (KUA) di tingkat kecamatan hingga madrasah di pedesaan.
Menurut dia, luasnya jaringan satuan kerja menjadi modal penting untuk menyampaikan informasi mengenai kinerja dan layanan Kemenag secara lebih luas. Namun, hal itu perlu didukung kesadaran seluruh aparatur sipil negara (ASN) bahwa komunikasi publik bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola humas.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Sebagai Karo Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, saya punya mimpi besar bagaimana menggerakkan semua simpul-simpul unit kerja yang berjumlah sekitar 4.000 untuk bicara aktif setiap hari tentang kinerja Kemenag dengan standarisasi publikasi secara nasional,” terang Thobib Al-Asyhar di Kendari.
Ia menekankan, setiap ASN Kemenag harus mampu menyampaikan program, capaian, dan peran nyata lembaga kepada masyarakat serta merespons harapan umat.
“Kami ingin setiap ASN Kemenag memiliki kesadaran penuh bahwa Humas dan semua ASN adalah wajah lembaga. Ceritakan semua program, capaian, dan peran nyata kepada masyarakat dan respons harapan umat,” sambungnya.
Humas menghadapi tantangan disinformasi dan AI
Thobib mengingatkan bahwa instansi pemerintah saat ini menghadapi tantangan komunikasi yang semakin berat. Tantangan itu lain munculnya distrust publik di media sosial, maraknya disinformasi dan hoaks, serta potensi rekayasa informasi dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Karena itu, setiap pimpinan satuan kerja hingga pengelola humas di daerah diminta aktif mempublikasikan program dan kinerja yang berdampak melalui media maupun media sosial. Arahan tersebut merujuk pada instruksi Menteri Agama dalam Breakfast Meeting pada 13 Oktober 2026.
Dalam pelaksanaannya, humas tidak hanya dituntut menyampaikan pesan satu arah. Humas juga harus membangun dialog dengan publik agar informasi mengenai program dan layanan Kemenag dapat diterima sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
“Humas harus mampu mendeliver pesan dan berdialog aktif dengan publik. Kita harus membangun ‘chemistry’ kehumasan Pusat dan Daerah agar menjadi pilar strategis Kemenag,” pesannya.
Pengelolaan website dan media sosial diperkuat
Selain mengaktifkan komunikasi publik, Thobib menyoroti perlunya peningkatan kualitas pengelolaan website dan media sosial Kanwil Kemenag Provinsi. Humas daerah didorong memetakan karakteristik audiens dan memantau isu secara tepat.
Porsi informasi dan pemberitaan juga diarahkan lebih banyak mengangkat layanan serta dampak nyata bagi masyarakat. Contoh yang disebut lain digitalisasi layanan, inovasi KUA, serta kontribusi madrasah dan penyuluh agama.
Menurut Thobib, penguatan kehumasan perlu dilakukan melalui pembagian peran yang jelas satuan kerja di daerah, Kanwil, dan pusat. Kankemenag, madrasah, serta KUA bertugas menemukan kisah baik di tengah masyarakat. Selanjutnya, Kanwil menguatkan konteks dan mengemas cerita tersebut, sedangkan pusat memperbesar gaungnya ke tingkat nasional.
“Kolaborasi lintas lini ini menerapkan pembagian peran yang jelas: Kankemenag, Madrasah, dan KUA bertugas menemukan kisah baik di tengah masyarakat; Kanwil menguatkan konteks dan mengemas ceritanya; sementara Pusat memperbesar gaungnya ke kancah nasional,” paparnya.
Thobib kembali menegaskan bahwa seluruh pegawai Kemenag memiliki peran dalam membangun citra dan menyampaikan informasi lembaga kepada publik.
“Saya selalu tekankan bahwa humas harus mampu mendeliver pesan dan berdialog aktif dengan publik. Setiap ASN Kemenag harus memiliki kesadaran penuh bahwa humas dan seluruh pegawai adalah wajah lembaga,” tambahnya.
Peserta langsung mempraktikkan arahan
Kegiatan pembinaan kehumasan tersebut mendapat sambutan dari peserta. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sultra, Emma, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang melibatkan seluruh satuan kerja se-Sulawesi Tenggara secara komprehensif.
Emma menyebut kegiatan itu merupakan pembinaan kehumasan pertama yang melibatkan seluruh satuan kerja Kemenag di Sulawesi Tenggara secara menyeluruh. Ia mengatakan peserta mengikuti kegiatan dengan antusias hingga selesai.
“Semua peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini hingga selesai. Bahkan, materi dan arahan yang diberikan langsung dipraktikkan oleh para peserta sejak hari itu juga,” ungkap Emma.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.














