Headline.co.id, Jakarta ~ Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama menyalurkan bantuan rumah ibadah Buddha dan lembaga pendidikan keagamaan senilai Rp4,107 miliar. Bantuan tersebut diberikan untuk pemulihan 73 lokasi yang terdampak banjir dan gempa di Aceh, Sumatera Utara, serta Nusa Tenggara Timur. Informasi itu disampaikan Direktur Jenderal Bimas Buddha Supriyadi di Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Penyaluran dilakukan untuk mendukung pemulihan sarana keagamaan dan memastikan layanan pendidikan keagamaan Buddha tetap berjalan di wilayah terdampak bencana.
Bantuan rumah ibadah Buddha itu mencakup 71 rumah ibadah agama Buddha (RIAB) dan dua Sekolah Minggu Buddha (SMB) yang terdampak banjir dan gempa. Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 62 rumah ibadah dengan nilai bantuan Rp3,341 miliar.
Di Aceh, Ditjen Bimas Buddha menyalurkan Rp606,024 juta kepada tujuh rumah ibadah agama Buddha. Selain itu, bantuan sebesar Rp110 juta diberikan kepada dua Sekolah Minggu Buddha. Adapun di Nusa Tenggara Timur, bantuan senilai Rp50 juta disalurkan kepada dua rumah ibadah agama Buddha.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Bantuan Rumah Ibadah Buddha untuk Pemulihan Pascabencana
Supriyadi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap pemulihan sarana keagamaan dan keberlangsungan layanan pendidikan keagamaan Buddha di daerah terdampak.
“Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pemulihan sarana keagamaan dan keberlangsungan layanan pendidikan keagamaan Buddha di wilayah terdampak banjir dan gempa,” terang Supriyadi di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Ia menambahkan, bantuan itu juga ditujukan agar umat Buddha dapat kembali menjalankan aktivitas keagamaan setelah rumah ibadah terdampak bencana.
“Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Ditjen Bimas Buddha dalam mendukung pemulihan sarana keagamaan pascabencana, sekaligus memastikan umat Buddha dapat kembali menjalankan aktivitas keagamaan dengan aman dan nyaman,” sambungnya.
Selain bantuan untuk rumah ibadah dan lembaga pendidikan yang terdampak bencana, Ditjen Bimas Buddha juga melaporkan realisasi anggaran pendidikan keagamaan Buddha sepanjang 2025 dan hingga Triwulan III 2026.
Realisasi Pendidikan Buddha pada 2025
Sepanjang 2025, Ditjen Bimas Buddha merealisasikan anggaran Rp64,898 miliar untuk mendukung program pendidikan serta pembangunan sarana dan prasarana pendidikan tinggi keagamaan Buddha.
Dari total tersebut, Rp13,851 miliar digunakan untuk mendukung sejumlah program pendidikan. Anggaran itu lain disalurkan melalui bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada 1.212 mahasiswa dengan realisasi Rp12,406 miliar.
Selain KIP Kuliah, Ditjen Bimas Buddha memberikan beasiswa program doktoral atau S3 kepada 16 mahasiswa dengan nilai Rp643,424 juta. Bantuan Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) juga diberikan kepada 167 mahasiswa dengan realisasi anggaran Rp801,6 juta.
Pada tahun yang sama, penguatan fasilitas pendidikan tinggi keagamaan Buddha dilakukan melalui pembangunan sarana dan prasarana pada dua Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha Negeri (PTKBN). Pembangunan tersebut menyerap anggaran Rp51,047 miliar.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan pendidikan keagamaan Buddha yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Supriyadi.
Program Pendidikan Berlanjut pada 2026
Pada 2026, Ditjen Bimas Buddha melanjutkan berbagai program strategis di bidang pendidikan. Hingga Triwulan III 2026, realisasi anggaran berdasarkan program dan bantuan yang dilaporkan mencapai Rp20,052 miliar.
Bantuan KIP Kuliah menjadi salah satu program yang telah disalurkan pada periode tersebut. Bantuan itu diberikan kepada 1.411 mahasiswa dengan realisasi anggaran Rp14,995 miliar.
Ditjen Bimas Buddha juga menyalurkan beasiswa program doktoral kepada tujuh mahasiswa dengan realisasi Rp370 juta. Sementara itu, bantuan PPA diberikan kepada 218 mahasiswa dengan nilai Rp580 juta.
Jika digabungkan, realisasi anggaran pendidikan pada 2025 sebesar Rp64,898 miliar dan realisasi hingga Triwulan III 2026 sebesar Rp20,052 miliar mencapai Rp84,95 miliar.
“Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Ditjen Bimas Buddha dalam memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung pengembangan pendidikan keagamaan Buddha yang berkualitas dan berkelanjutan,” tandas Supriyadi.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.






