Headline.co.id, Tuban ~ Festival Pameran Museum se-Jawa Timur 2026 digelar di Taman Hutan Kota Abhipraya, Tuban, dengan menghadirkan tujuh museum dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Kegiatan bertema “Sangkan Paraning Pantura” ini dibuka pada Jumat malam dan mengajak masyarakat mengenal koleksi serta sejarah berbagai museum. Pembukaan dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Budi Wiyana yang mewakili Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Festival tersebut diselenggarakan untuk memperkuat peran museum sebagai ruang edukasi dan interaksi masyarakat dalam mengenal serta melestarikan warisan budaya.
Festival Pameran Museum Jatim 2026 Hadirkan Tujuh Museum
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban Mohamad Emawan Putra menyampaikan, festival ini diikuti museum dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kehadiran sejumlah museum tersebut menghadirkan beragam koleksi dan informasi sejarah bagi pengunjung.
Tujuh museum yang berpartisipasi terdiri atas Museum Kambang Putih dari Tuban, Museum Sunan Giri dari Gresik, Indonesian Islamic Art Museum di Paciran, Museum Negeri Mpu Tantular dari Sidoarjo, Museum Sunan Drajat dari Lamongan, serta Museum Rajekwesi dan Museum 13 dari Bojonegoro.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rangkaian pembukaan festival turut dimeriahkan penampilan Musik Gambus dan Tari Gumelar Segara Gunung. Pertunjukan tersebut menghadirkan nuansa seni budaya khas daerah dalam kegiatan yang berlangsung di Taman Hutan Kota Abhipraya.
Festival Pameran Museum se-Jatim 2026 berlangsung selama tiga hari, yakni 23 hingga 25 Oktober 2026. Setelah pembukaan pada Jumat malam, pameran dibuka untuk umum pada Sabtu dan Minggu, 24–25 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 hingga 20.00 WIB.
Museum Didorong Menjadi Ruang Edukasi
Dalam sambutan Bupati Tuban yang dibacakan Sekda Tuban, disampaikan bahwa museum memiliki peran strategis dalam melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, serta mengomunikasikan koleksi sejarah dan budaya kepada masyarakat.
Karena itu, pengelolaan museum dinilai perlu terus dioptimalkan agar mampu menjadi ruang pembelajaran yang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman. Museum tidak hanya dipandang sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan perjalanan peradaban dan kebudayaan kepada masyarakat.
Bupati Tuban juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan edukasi Museum Kambang Putih. “Keberadaan Museum Kambang Putih harus tetap dimaksimalkan dan diviralkan melalui media sosial sebagai wahana edukasi bagi anak sekolah dan masyarakat,” tegas Sekda Tuban saat membacakan arahan Bupati.
Dukungan DAK Non-Fisik untuk Pengelolaan Museum
Penyelenggaraan Festival Pameran Museum Jatim 2026 turut didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik melalui program Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya.
Dukungan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola museum. Ruang lingkupnya mencakup pengelolaan koleksi, pengembangan program publik, serta pemeliharaan sarana dan prasarana.
Sejalan dengan penjenamaan Kabupaten Tuban, Mbangun Deso Noto Kutho, museum diharapkan dapat terus bertransformasi melalui konsep New Museum yang berorientasi pada masyarakat. Konsep tersebut menempatkan museum sebagai ruang interaksi dan pembelajaran, bukan semata-mata lokasi penyimpanan benda bersejarah.
Melalui pendekatan itu, museum diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga warisan budaya. Partisipasi museum dari berbagai daerah dalam festival juga dinilai memperkaya wawasan pengunjung tentang sejarah dan kebudayaan Jawa Timur.
Generasi Muda Diajak Mengenal Sejarah Jawa Timur
Masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan memanfaatkan Festival Pameran Museum Jatim 2026 untuk berkunjung bersama keluarga dan kerabat. Kehadiran berbagai museum dalam satu kegiatan memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat koleksi serta sejarah dari sejumlah daerah di Jawa Timur.
Festival ini juga diharapkan membuat museum semakin dekat dengan masyarakat. Dengan penyajian koleksi, informasi sejarah, dan program publik yang lebih relevan, museum diarahkan menjadi ruang edukasi yang menarik bagi generasi penerus dalam mengenal dan melestarikan warisan budaya bangsa.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.














