Headline.co.id ~ Headline.co.id, Jakarta (Kemenag) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama menyalurkan bantuan sebesar Rp15,97 miliar untuk meningkatkan layanan rumah ibadah umat Hindu selama dua tahun Asta Cita. Bantuan tersebut diberikan melalui pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah, program rumah ibadah ramah dan sehat, bantuan bagi rumah ibadah terdampak bencana, serta dukungan operasional. Pada 2025 hingga 2026, bantuan disalurkan ke berbagai lokasi, termasuk Bali dan daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Program itu dijalankan untuk meningkatkan kualitas fasilitas ibadah dan memastikan umat Hindu dapat menjalankan kegiatan keagamaan dengan lebih baik.
Bantuan Bimas Hindu Menjangkau Rumah Ibadah dan Daerah 3T
Pada 2025, sebanyak 91 lokasi rumah ibadah menerima bantuan dengan total anggaran Rp11,37 miliar. Bantuan tersebut mencakup pembangunan dan rehabilitasi Pura di berbagai provinsi.
“Bantuan ini mencakup pembangunan dan rehabilitasi Pura di berbagai provinsi,” terang Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kementerian Agama juga memberikan perhatian pada aspek ramah lingkungan dan aksesibilitas rumah ibadah. Melalui Program Bantuan Pembangunan/Rehabilitasi Rumah Ibadah Ramah dan Sehat 2025, sebanyak 16 lokasi menerima bantuan dengan total Rp1,6 miliar.
“Program ini bertujuan menyediakan fasilitas ibadah yang layak bagi kelompok rentan, penyandang disabilitas, dan ramah anak,” sebutnya.
Dukungan juga diberikan kepada rumah ibadah yang terdampak bencana. Pada 2025, sebanyak 10 rumah ibadah yang terdampak banjir dan gempa menerima bantuan senilai Rp1 miliar.
Untuk Provinsi Bali, Ditjen Bimas Hindu mengalokasikan Rp2 miliar pada 2026 bagi rehabilitasi 38 rumah ibadah yang terdampak bencana. Bantuan itu ditujukan agar umat dapat kembali menjalankan ibadah dengan tenang.
“Bantuan juga digelontorkan untuk 15 rumah ibadah dalam program pembangunan atau rehabilitasi tahun 2026 dengan total Rp2 miliar, serta tiga lokasi di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dengan nilai Rp600 juta,” papar Prof. Nengah Duija.
Selain bantuan pembangunan dan rehabilitasi, Ditjen Bimas Hindu menyalurkan Bantuan Operasional Rumah Ibadah. Pada 2025, bantuan tersebut diberikan kepada 15 lokasi dengan total Rp750 juta untuk mendukung tata kelola rumah ibadah yang berdaya guna.
Dukungan terhadap prosesi keagamaan juga dilakukan melalui bantuan pembangunan Rumah Duka/Krematorium. Pada 2025, bantuan disalurkan ke tiga lokasi, yakni Sorong, Palangkaraya, dan Kolaka Timur, masing-masing sebesar Rp200 juta.
Dana Umat Hindu untuk Pemberdayaan Ekonomi
Dukungan Ditjen Bimas Hindu tidak hanya diarahkan pada fasilitas keagamaan. Kementerian Agama juga menjalankan pemberdayaan ekonomi umat melalui optimalisasi Badan Pengelola Dana Umat Hindu (BDDN).
Pada 2025, Ditjen Bimas Hindu menyalurkan dana sebesar Rp2,73 miliar untuk enam pilar. Penyaluran tersebut menitikberatkan pada aspek sosial kemanusiaan sebesar 49 persen dan investasi sebesar 46 persen.
Memasuki 2026, penyaluran dana sosial BDDN terus berlanjut dengan nilai mencapai Rp427,6 juta. Dana tersebut dialokasikan lain untuk pilar Pandita dan Pinandita sebesar 34 persen serta Organisasi Keagamaan Hindu sebesar 26 persen.
“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian lembaga keagamaan dan kesejahteraan para tokoh agama,” sebut Prof. Nengah Duija.
Bantuan Pendidikan bagi Siswa dan Mahasiswa Hindu
Di bidang pendidikan, Ditjen Bimas Hindu memberikan dukungan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa Widyalaya. Pada 2025, sebanyak 1.455 siswa dari jenjang Adi, Madyama, dan Utama Widyalaya menerima bantuan dengan total anggaran Rp1,1 miliar.
“Untuk tahun 2026, penyaluran PIP bagi siswa Widyalaya dialokasikan melalui Puspenma,” ucap Prof. Nengah Duija.
Dukungan pendidikan juga diberikan kepada mahasiswa melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Program KIP Ongoing dan KIP Baru telah disalurkan di sembilan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) di seluruh Indonesia.
Perguruan tinggi yang menerima penyaluran tersebut di antaranya Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, ITP Markandeya Bali, STAH Dharma Nusantara Jakarta, hingga STKIP Agama Hindu Singaraja.
Selain KIP Kuliah, Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) juga terus diberikan. Program tersebut ditujukan untuk mendukung pencetakan sumber daya manusia Hindu yang unggul dan berdaya saing.
“Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) juga terus digulirkan untuk mencetak SDM Hindu yang unggul dan berdaya saing,” tutup Dirjen Bimas Hindu.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.














