Headline.co.id, Batang ~ Wakil Bupati Batang Suyono meminta ratusan santri tidak meniru perilaku pejabat yang terjerat kasus korupsi. Pesan itu disampaikan saat peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Kamis (22/10/2026). Selain mengingatkan pentingnya integritas, Suyono mendorong para santri disiplin, menghargai waktu, dan bersungguh-sungguh menuntut ilmu untuk meraih keberhasilan di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Batang juga mengajak para santri mendoakan Bupati dan Wakil Bupati agar menjalankan amanah serta tidak melakukan korupsi. Pesan itu disampaikan Suyono sebagai bagian dari nasihat moral kepada para santri dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional.
Wakil Bupati Batang Tekankan Integritas
Suyono mengatakan, para santri perlu mencari ilmu agar dapat menjadi orang hebat di masa depan. Ia juga menyampaikan doa agar para santri memperoleh keberhasilan hingga akhir hayat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Ini adalah pesan saya. Yang penting saya mendoakan adik-adik semua mencari ilmu agar menjadi orang hebat dan besok dalam meninggal dunia masuk surga. Amin,” kata Suyono saat ditemui di Ponpes Darul Ulum.
Menurut dia, disiplin dan penghargaan terhadap waktu merupakan fondasi penting untuk mewujudkan impian. Karena itu, para santri didorong untuk memanfaatkan waktu dengan baik selama menempuh pendidikan.
Suyono kemudian mengajak para santri saling mendoakan agar kepemimpinan daerah berjalan bersih dan amanah.
“Doakan Bupati dan Wakil Bupati, semoga Bupati dan Wakil Bupati amanah. Dan tidak korupsi. Jika diaata ada yang korupsi tolong jangan ditiru,” tegasnya.
Pesan untuk Menjaga Amanah
Pesan tersebut menempatkan integritas sebagai bagian penting dalam pendidikan para santri. Suyono tidak hanya memberikan motivasi belajar, tetapi juga mengingatkan agar para santri menjauhi perilaku buruk yang dilakukan pejabat yang terjerat kasus korupsi.
Ia berharap para santri terus menuntut ilmu dan menjaga perilaku sebagai bekal untuk menjalani kehidupan di masa depan. Dalam kesempatan yang sama, doa dari para santri juga diharapkan menjadi bagian dari dukungan moral bagi kepemimpinan daerah.
Pimpinan Ponpes Darul Ulum, KH. Zainul Iroqi, turut menyampaikan kondisi pemenuhan gizi para santri. Ia mengatakan, pihak pesantren sudah dua minggu terakhir tidak menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Padahal, menurut dia, menu MBG menjadi salah satu sajian favorit yang dinantikan anak-anak santri. Program tersebut juga disebut menunjang asupan gizi harian para santri selama menuntut ilmu di pesantren.
Pesantren Sebut MBG Berhenti Dua Minggu
Informasi mengenai penghentian penerimaan MBG itu disampaikan di tengah momentum silaturahmi dan sedekah di Ponpes Darul Ulum. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai kebutuhan santri, khususnya pemenuhan gizi selama mengikuti pendidikan.
KH. Zainul Iroqi berharap doa para santri yatim-piatu terus mengalir untuk para pemimpin daerah dan seluruh santri.
“Melalui momentum silaturahmi dan sedekah ini, diharapkan doa tulus dari para santri yatim-piatu senantiasa mengalir baik untuk keberkahan para pemimpin daerah agar tetap amanah dan jauh dari korupsi, maupun untuk kelancaran para santri dalam menuntut ilmu demi masa depan nusa, bangsa, dan agama,” ujar dia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















