Headline.co.id, Jakarta ~ Pelaku usaha di Indonesia mulai mempertimbangkan penggunaan website sendiri sebagai kanal penjualan tambahan di tengah persaingan marketplace dan meningkatnya kebutuhan pemasaran digital berbasis data. Selain memberikan kendali lebih besar terhadap merek dan pelanggan, website memungkinkan bisnis mengukur efektivitas iklan melalui teknologi seperti Meta Pixel dan Meta Conversions API (CAPI). Penggunaan teknologi tersebut menjadi relevan ketika pelaku usaha menjalankan kampanye melalui Facebook dan Instagram, tetapi menghadapi keterbatasan dalam mencatat aktivitas calon pembeli. Melalui integrasi pelacakan berbasis browser dan server, pengiklan dapat memperoleh data konversi yang lebih lengkap untuk mengevaluasi hasil pemasaran.
Perkembangan strategi penjualan digital tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis online tidak hanya bergantung pada jumlah pengunjung atau transaksi. Kemampuan mengendalikan biaya operasional, memahami perilaku pelanggan, dan menghitung keuntungan bersih juga menjadi pertimbangan dalam menentukan kanal penjualan.
Marketplace masih menawarkan kemudahan melalui basis pengguna yang tersedia, sistem pembayaran terintegrasi, serta dukungan pengiriman. Namun, persaingan harga dan berbagai potongan biaya membuat pelaku usaha perlu mengevaluasi efektivitas penggunaan platform tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Akurasi Tracking Iklan Menjadi Kebutuhan Bisnis Digital
Bagi pelaku usaha yang mengandalkan tracking iklan Facebook dan Instagram, pengukuran aktivitas pelanggan menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan kampanye pemasaran.
Meta Pixel selama ini dapat dimanfaatkan untuk mencatat sejumlah aktivitas pengunjung website, mulai dari membuka halaman produk, menambahkan barang ke keranjang, mengisi formulir, hingga menyelesaikan transaksi.
Meski demikian, teknologi pelacakan berbasis browser memiliki sejumlah keterbatasan. Pengaturan privasi perangkat, pembatasan cookie, dan penggunaan pemblokir iklan dapat menyebabkan sebagian aktivitas pengunjung tidak tercatat secara lengkap.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi evaluasi kampanye karena jumlah konversi yang terukur belum tentu sepenuhnya menggambarkan aktivitas pelanggan.
Untuk melengkapi pengukuran tersebut, pelaku usaha dapat menggunakan Meta Conversions API atau CAPI. Teknologi ini memungkinkan pengiriman informasi peristiwa konversi dari website atau server bisnis secara langsung ke sistem Meta.
Penggunaan CAPI bersama Meta Pixel dapat membantu meningkatkan kelengkapan data yang digunakan untuk pengukuran dan optimasi iklan. Namun, penerapannya membutuhkan konfigurasi yang tepat, termasuk pencocokan data dan deduplikasi agar peristiwa yang sama tidak dihitung dua kali.
Teknologi tersebut juga tidak menjamin seluruh aktivitas pelanggan dapat terlacak karena hasil pengukuran tetap dipengaruhi kualitas implementasi dan ketentuan perlindungan privasi.
Website dan Marketplace Memiliki Keunggulan Berbeda
Di tengah kebutuhan pengukuran pemasaran yang semakin kompleks, website menjadi salah satu alternatif bagi bisnis untuk memperkuat pengelolaan kanal penjualan.
Berbeda dengan marketplace yang memiliki aturan dan sistem tersendiri, website memberikan keleluasaan kepada pemilik usaha untuk mengatur tampilan toko, alur transaksi, komunikasi pelanggan, serta integrasi perangkat analitik.
Website juga memungkinkan penggunaan sistem pengelolaan hubungan pelanggan atau Customer Relationship Management (CRM), pemasaran melalui email, dan perangkat analisis perilaku pengunjung.
Melalui integrasi tersebut, pelaku usaha dapat mempelajari perjalanan pelanggan sejak melihat iklan hingga melakukan pembelian.
Namun, penggunaan website bukan berarti bisnis dapat langsung memperoleh pengunjung dan transaksi. Pemilik usaha tetap harus mengembangkan strategi pemasaran melalui optimasi mesin pencari, media sosial, iklan berbayar, maupun kanal lainnya.
Karena itu, penggunaan website dan marketplace secara bersamaan dapat menjadi strategi multikanal. Marketplace dimanfaatkan untuk menjangkau konsumen yang telah terbiasa bertransaksi melalui platform, sedangkan website dikembangkan sebagai aset digital untuk membangun identitas merek dan hubungan pelanggan.
Biaya Marketplace dan Ketentuan Pajak Perlu Diperhitungkan
Selain kebutuhan pemasaran, perhitungan biaya menjadi faktor penting dalam menentukan strategi penjualan online.
Pelaku usaha yang berjualan melalui marketplace perlu memperhatikan berbagai potongan, seperti biaya administrasi, komisi kategori produk, program promosi, serta biaya layanan tambahan.
Besaran potongan tersebut dapat berbeda sesuai platform, kategori produk, dan program yang diikuti. Oleh karena itu, omzet penjualan yang tinggi belum tentu menghasilkan keuntungan bersih yang optimal.
Aspek perpajakan juga menjadi perhatian setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025 yang berlaku sejak 14 Juli 2025.
Peraturan tersebut mengatur penunjukan pihak lain, termasuk marketplace yang memenuhi ketentuan, sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas penghasilan pedagang dalam negeri dari transaksi perdagangan melalui sistem elektronik.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan merupakan pengenaan jenis pajak baru, melainkan perubahan mekanisme pemungutan dan penyetoran pajak.
Tarif pemungutan yang diatur sebesar 0,5 persen dari peredaran bruto sesuai ketentuan, dengan pengecualian bagi pihak yang memenuhi persyaratan tertentu.
Meski demikian, penggunaan website sendiri tidak secara otomatis membebaskan pelaku usaha dari kewajiban perpajakan. Ketentuan pajak tetap berlaku berdasarkan status dan kondisi masing-masing usaha.
Capix Tawarkan Solusi Pelacakan Iklan Berbasis Server
Seiring meningkatnya kebutuhan pengukuran konversi, layanan tracking berbasis server menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan pelaku usaha.
Salah satu layanan tersebut adalah Capix, yang melalui situs resminya memperkenalkan solusi server-side tracking untuk mendukung pengiriman peristiwa konversi melalui API serta integrasi pixel pada sejumlah platform periklanan.
Platform yang disebutkan mencakup Meta Ads, TikTok Ads, dan Google Ads.
Capix juga menjelaskan dukungan mekanisme deduplikasi untuk membantu mencegah penghitungan ganda ketika aktivitas yang sama dikirim melalui pelacakan browser dan server.
Sebagai gambaran, pelaku usaha yang menjalankan iklan produk kecantikan dapat menggunakan sistem tracking untuk membedakan pengunjung yang hanya membuka halaman produk dengan pelanggan yang mengisi formulir, menghubungi admin melalui WhatsApp, atau menyelesaikan pembelian.
Informasi tersebut dapat membantu pengiklan mengevaluasi biaya per prospek, biaya per transaksi, serta kontribusi kampanye terhadap penjualan.
Kendati demikian, efektivitas layanan tracking tetap bergantung pada ketepatan integrasi, kualitas data, dan kesesuaian penerapannya dengan kebutuhan bisnis.
Penggunaan teknologi pelacakan juga harus memperhatikan keamanan informasi, persetujuan yang relevan, serta ketentuan perlindungan data pribadi.
Strategi Multikanal Perlu Didukung Pengukuran yang Tepat
Pengembangan website tidak harus menggantikan peran marketplace dalam kegiatan penjualan online. Kedua kanal dapat saling melengkapi sesuai karakteristik pelanggan dan kemampuan operasional masing-masing usaha.
Dalam menentukan strategi, pelaku usaha perlu menghitung keseluruhan biaya, mulai dari penggunaan platform, pengelolaan website, pembayaran, pengiriman, hingga pemasaran dan kewajiban perpajakan.
Di sisi lain, pengukuran keberhasilan kampanye sebaiknya tidak hanya berfokus pada jumlah klik atau kunjungan. Kualitas prospek, jumlah transaksi, biaya memperoleh pelanggan, dan margin keuntungan perlu menjadi bagian dari evaluasi.
Integrasi website, marketplace, dan teknologi tracking seperti Meta Pixel maupun Conversions API dapat membantu bisnis mengembangkan strategi pemasaran yang lebih terukur.
Dengan pengelolaan biaya serta data pelanggan yang tepat, pelaku usaha memiliki landasan yang lebih kuat untuk menentukan kanal penjualan dan mengembangkan bisnis digital secara berkelanjutan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















