Headline.co.id, Jakarta ~ Program Green Policing Polda Metro Jaya mulai diterapkan dari lingkungan internal kepolisian untuk memperkuat kebersihan, pengelolaan sampah, penghijauan, dan pengurangan risiko banjir di Jakarta. Program tersebut dipimpin Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto dan diawali melalui apel di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Dalam rangkaian kegiatan itu, Polda Metro Jaya menggelar kerja bakti serta menanam 25 pohon di kawasan markas. Langkah tersebut merupakan bagian dari Quick Wins 1 Ruang Publik Aman dalam Program Prioritas 100 Hari Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat”.
Dadang mengatakan penerapan Green Policing harus dimulai dari kedisiplinan personel dalam menjaga lingkungan tempat kerja. Setelah pembenahan internal berjalan dengan baik, program itu akan diperluas melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.
Green Policing Dimulai dari Pembenahan Internal
Dalam apel program Green Policing, Dadang menegaskan kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya disampaikan sebagai imbauan, tetapi perlu dibangun melalui kebiasaan di lingkungan kepolisian.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Saya ingin menegaskan bahwa Green Policing harus kita mulai dari lingkungan internal terlebih dahulu. Setelah penerapannya berjalan dengan baik, barulah kita mengajak masyarakat untuk melaksanakan kegiatan serupa,” ujar Dadang.
Sebagai langkah awal, Kapolda Metro Jaya mengarahkan pelaksanaan lomba kebersihan antarsatuan kerja. Penilaian kebersihan mencakup lingkungan markas komando, perkantoran, hingga toilet.
Setiap satuan kerja diberikan tanggung jawab untuk menjaga wilayahnya tetap bersih dan memastikan tidak terjadi penumpukan sampah. Pembagian tanggung jawab tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedisiplinan personel dalam merawat lingkungan kerja.
“Pembagian sektor kebersihan dilakukan agar setiap satuan kerja memiliki tanggung jawab menjaga lingkungannya tetap bersih dan bebas dari penumpukan sampah,” ujar Dadang.
Pengelolaan Sampah hingga Penanaman 25 Pohon
Selain kebersihan, program Green Policing Polda Metro Jaya mencakup pengelolaan sampah secara lebih tertib. Personel didorong memilah sampah plastik, organik, serta bahan berbahaya dan beracun sesuai karakteristiknya.
Dadang juga mengarahkan pemanfaatan biopori untuk pengelolaan sampah organik dengan tetap memperhatikan ketentuan teknis. Personel diminta membiasakan diri membuang sampah dan puntung rokok ke tempat yang telah disediakan.
Untuk mengurangi paparan asap terhadap orang lain, Dadang turut meminta agar area khusus merokok disediakan di lingkungan kerja.
“Area khusus merokok perlu disediakan untuk mengurangi paparan asap terhadap orang lain,” tutur Dadang.
Rangkaian kegiatan Green Policing di Polda Metro Jaya juga diisi kerja bakti membersihkan lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 25 pohon ditanam di kawasan Polda Metro Jaya sebagai bagian dari upaya penghijauan.
Penanaman pohon itu sekaligus diarahkan untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan di kalangan personel. Melalui kegiatan kebersihan dan penghijauan, kepolisian ingin menjadikan perawatan lingkungan sebagai bagian dari aktivitas rutin di tempat kerja.
Program Akan Melibatkan Pemerintah dan Masyarakat
Dadang menilai persoalan sampah dan banjir masih menjadi tantangan lingkungan yang perlu ditangani secara bersama di Jakarta. Karena itu, pembenahan lingkungan internal kepolisian ditempatkan sebagai tahap awal sebelum program dikembangkan ke lingkup yang lebih luas.
“Setelah pembenahan internal berjalan, program akan dikembangkan bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk mendukung pengelolaan sampah, penghijauan, serta pengurangan risiko banjir,” ungkap Dadang.
Pengembangan program tersebut akan mengandalkan kolaborasi kepolisian, pemerintah, dan masyarakat. Polda Metro Jaya berharap kerja sama itu dapat mendukung terciptanya ruang publik yang bersih, nyaman, dan aman.
Green Policing Bagian dari Semangat Polisi Bersama Masyarakat
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab kepolisian dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
Menurut Budi, program Green Policing tidak hanya berorientasi pada pembenahan lingkungan di internal kepolisian. Program itu juga menjadi sarana untuk menghadirkan kepolisian bersama masyarakat dalam menjaga ruang yang lebih nyaman.
“Melalui Green Policing, kami ingin hadir bersama masyarakat, menjaga lingkungan, dan menciptakan ruang yang lebih nyaman. Ini bagian dari semangat Polisi Bersama Masyarakat,” pungkas Budi.
Polda Metro Jaya berharap budaya menjaga kebersihan, mengelola sampah secara bertanggung jawab, dan merawat lingkungan dapat tumbuh menjadi kebiasaan bersama. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, program tersebut diharapkan mendukung pengelolaan sampah, penghijauan, serta pengurangan risiko banjir di Jakarta.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















