Headline.co.id, Batang ~ BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggelar akad massal 62.710 KPR subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto dan menjadi pelaksanaan akad massal dengan jumlah debitur tertinggi dibandingkan dua kegiatan serupa pada 2025. Akad dilaksanakan untuk memperluas akses masyarakat terhadap rumah layak huni melalui skema FLPP, dengan pelaksanaan serentak secara luring dan daring di berbagai daerah.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, dari 62.710 debitur KPR rumah subsidi, sebanyak 200 debitur hadir langsung di lokasi acara. Sementara itu, 62.510 debitur lainnya mengikuti prosesi akad secara daring dari berbagai wilayah di Indonesia.
Akad Massal KPR Subsidi Tersebar di 36 Provinsi
Menurut Heru, capaian tersebut melampaui pelaksanaan akad massal KPR subsidi pada 2025 di Cileungsi, Jawa Barat, yang melibatkan 26.000 unit rumah, serta kegiatan di Kota Serang, Banten, sebanyak 50.030 unit rumah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Dari total penerima manfaat tersebut, sebanyak 200 debitur hadir secara langsung di lokasi acara, sedangkan 62.510 debitur lainnya mengikuti prosesi secara daring dari berbagai daerah di Indonesia. Selain akad massal KPR Subsidi, pemerintah juga melaksanakan akad bagi 200 debitur Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Secara keseluruhan, nilai akad KUR Perumahan mencapai Rp880 miliar untuk 7.100 debitur, yang terdiri atas 6.873 debitur dari sisi permintaan (demand) dan 227 debitur dari sisi penyedia (supply),” jelasnya.
Akad massal tersebut berlangsung secara serentak di sedikitnya 130 titik yang tersebar di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua. Pelaksanaan ini melibatkan ekosistem perumahan untuk mendukung perluasan akses masyarakat terhadap hunian layak melalui pembiayaan FLPP.
Selain akad massal KPR subsidi, pemerintah juga melaksanakan akad untuk 200 debitur Program KUR Perumahan. Secara keseluruhan, nilai akad KUR Perumahan mencapai Rp880 miliar bagi 7.100 debitur yang terdiri atas 6.873 debitur dari sisi permintaan dan 227 debitur dari sisi penyedia.
Realisasi FLPP Capai Rp14,76 Triliun
Sebelum menghadiri seremoni utama, Presiden Prabowo mengunjungi dua penerima rumah subsidi di kawasan tersebut. Keduanya adalah Kudung Slamet, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan Rahma Yuliani, yang berprofesi sebagai petugas keamanan atau satpam.
Dalam seremoni, Presiden menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada 10 perwakilan penerima KPR Sejahtera FLPP. Para penerima tersebut berasal dari berbagai profesi, lain pengemudi ojek online, pemuka agama, asisten rumah tangga, guru, perawat, anggota TNI dan Polri, serta penjual jamu. Presiden juga menyapa debitur yang mengikuti akad secara daring dari berbagai wilayah.
Heru menyampaikan, hingga 29 Juli 2026, realisasi penyaluran KPR subsidi FLPP telah mencapai 118.756 unit rumah dengan nilai pembiayaan Rp14,76 triliun. Capaian tersebut, kata dia, tidak terlepas dari kolaborasi kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serikat pekerja, asosiasi profesi, serta mitra penyalur pembiayaan.
“Hingga 29 Juli 2026, realisasi penyaluran KPR Subsidi FLPP telah mencapai 118.756 unit rumah dengan nilai pembiayaan sebesar Rp14,76 triliun. Capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serikat pekerja, asosiasi profesi, hingga mitra penyalur pembiayaan,” tegasnya.
Saat ini, BP Tapera bekerja sama dengan 43 bank penyalur. Jumlah tersebut terdiri atas enam bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), 34 Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan tiga bank swasta.
Penyaluran FLPP Meningkat dalam Enam Tahun
Heru mengungkapkan, tren penyaluran FLPP terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, penyaluran mencapai 109.253 unit. Angka itu naik menjadi 178.728 unit pada 2021, 226.000 unit pada 2022, dan 229.000 unit pada 2023.
Penyaluran sempat turun menjadi 200.300 unit pada 2024. Namun, pada 2025, penyaluran kembali meningkat tajam menjadi 278.868 unit, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang pelaksanaan program FLPP.
Untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu program strategis nasional, BP Tapera mengembangkan inovasi layanan digital guna memperkuat tata kelola rumah subsidi. Salah satu inovasi itu adalah Trilogi Stok, yakni sistem yang mengintegrasikan data ketersediaan rumah secara real-time pengembang, bank penyalur, dan konsumen.
“Untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu program strategis nasional, BP Tapera terus melakukan inovasi layanan digital guna memperkuat tata kelola rumah subsidi. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Trilogi Stok, yakni sistem yang mengintegrasikan data ketersediaan rumah secara real-time pengembang, bank penyalur, dan konsumen. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan rumah subsidi memenuhi standar kelayakan sebelum proses akad dilakukan,” ujar Heru.
BP Tapera juga memperkuat infrastruktur teknologi informasi melalui peningkatan kapasitas komputasi, pemanfaatan kecerdasan buatan, penguatan sistem penyimpanan data, serta peningkatan keamanan siber melalui kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Skema KPR Subsidi Disiapkan untuk Pekerja Industri
Heru menambahkan, BP Tapera tengah menyiapkan skema perluasan manfaat KPR subsidi, baik untuk rumah tapak maupun hunian vertikal. Perluasan tersebut secara khusus diarahkan bagi para pekerja di kawasan industri.
“Kami terus menindaklanjuti komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat, termasuk pekerja di kawasan industri, melalui pengembangan skema pembiayaan yang lebih luas,” pungkasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















