Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia berpotensi menghadirkan situasi menarik bagi Timnas Indonesia dalam proses pengundian grup yang direncanakan berlangsung pada 15 Desember 2026. Skuad Garuda diproyeksikan menempati Pot 3 bersama sejumlah negara Asia, termasuk Malaysia dan Filipina. Apabila proyeksi tersebut terwujud, Indonesia tidak akan bertemu kedua rival Asia Tenggara itu dalam satu grup pada babak kedua. Kondisi tersebut berkaitan dengan mekanisme pengundian yang memisahkan peserta dari pot yang sama ke dalam grup berbeda.
Perkiraan susunan pot menjadi salah satu perhatian dalam persiapan menuju kualifikasi Piala Dunia 2030. Selain menentukan kemungkinan lawan, pembagian pot juga memberikan gambaran mengenai posisi masing-masing negara berdasarkan pemeringkatan yang digunakan.
Namun, susunan tersebut masih harus diperlakukan sebagai proyeksi. Pemeringkatan FIFA November 2026 yang disebut sebagai dasar penentuan belum tersedia pada 10 Oktober 2026 sehingga posisi akhir Indonesia dan negara lainnya belum dapat dipastikan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Mengapa Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3?
Dalam pemetaan peserta yang disampaikan, Indonesia disebut berada di posisi ke-21 Asia atau peringkat ke-116 dunia. Posisi tersebut digunakan sebagai dasar proyeksi bahwa Skuad Garuda akan ditempatkan pada Pot 3 untuk babak kedua.
Pot pengundian digunakan untuk membagi peserta berdasarkan kelompok unggulan sebelum masing-masing negara ditempatkan dalam grup. Dalam skema yang dipaparkan, babak kedua akan mempertandingkan sembilan grup dengan jumlah peserta yang sama.
Penempatan Indonesia di Pot 3 tidak otomatis menggambarkan hasil yang akan diperoleh selama pertandingan. Posisi pot hanya menentukan komposisi awal pengundian, sedangkan kelolosan ditetapkan melalui hasil persaingan di lapangan.
Karena itu, Indonesia tetap harus menghadapi peserta dari kelompok pot lainnya apabila memperoleh kesempatan langsung mengikuti putaran kedua sebagaimana diproyeksikan dalam bahan.
Malaysia dan Filipina Berpotensi Terhindar dari Indonesia
Salah satu dampak yang paling menarik perhatian dari proyeksi Pot 3 adalah kemungkinan Indonesia tidak berada satu grup dengan Malaysia dan Filipina.
Kedua negara tersebut termasuk dalam daftar peserta yang diperkirakan menempati kelompok pot yang sama dengan Skuad Garuda. Jika pengundian dilaksanakan dengan komposisi tersebut, Indonesia, Malaysia, dan Filipina akan ditempatkan dalam grup berbeda.
Kondisi ini bukan berarti Indonesia dipastikan terhindar dari seluruh lawan kuat. Setiap grup tetap akan berisi peserta dari kelompok pot lain yang memiliki peluang bersaing memperebutkan tiket menuju babak ketiga.
Selain itu, pembagian pot masih dapat berubah apabila peringkat yang digunakan saat penentuan berbeda dengan perhitungan sementara dalam bahan. Dengan demikian, kemungkinan tidak bertemu Malaysia dan Filipina belum dapat dinyatakan sebagai hasil final.
Delapan Negara yang Diproyeksikan Mengisi Pot 3
Selain Indonesia, terdapat tujuh negara lain yang disebut dalam proyeksi susunan Pot 3. Negara-negara tersebut adalah Kirgistan, Lebanon, Korea Utara, Malaysia, Kuwait, Filipina, dan India.
Delapan nama tersebut menjadi bagian dari pemetaan awal untuk pembagian sembilan grup pada putaran kedua. Sementara itu, satu posisi tambahan dalam daftar proyeksi disebut berkaitan dengan peserta yang berasal dari babak pertama.
Meski begitu, rincian posisi tambahan itu masih perlu diperjelas melalui ketentuan resmi pengundian karena peserta yang lolos dari babak pertama juga harus ditempatkan sesuai mekanisme pembagian pot.
Susunan akhir seluruh kelompok unggulan akan menentukan negara mana saja yang berpeluang menjadi lawan Indonesia. Sampai pengundian dilakukan, belum terdapat dasar untuk menyebut satu negara tertentu sebagai lawan pasti Skuad Garuda.
Tantangan Indonesia Baru Dimulai pada Babak Grup
Dalam skema kualifikasi yang beredar, sebanyak 26 tim terbaik Asia berdasarkan pemeringkatan yang digunakan akan memperoleh kesempatan langsung tampil pada putaran kedua. Sementara itu, 20 tim lainnya harus melalui babak pertama.
Indonesia berpeluang masuk kelompok 26 negara tersebut. Apabila berhasil mempertahankan posisi yang memenuhi persyaratan, Skuad Garuda dapat memulai perjalanan tanpa menghadapi pertandingan pada putaran pembuka.
Keuntungan tersebut tidak mengubah syarat kelolosan dari babak kedua. Setiap negara tetap harus menjalani pertandingan kandang dan tandang dalam grup yang telah ditentukan.
Babak kedua dijadwalkan berlangsung mulai 20 September 2027 sampai 28 Maret 2028. Selama periode tersebut, tim peserta akan bersaing untuk mendapatkan tempat pada putaran berikutnya.
Hanya dua tim teratas dari setiap grup yang dapat melaju. Artinya, sekalipun Indonesia memperoleh keuntungan dalam penentuan babak awal, hasil pertandingan tetap menjadi penentu keberlanjutan perjalanan menuju Piala Dunia 2030.
Drawing Desember 2026 Menjadi Penentu Calon Lawan
Pengundian yang direncanakan pada 15 Desember 2026 akan menjadi agenda penting bagi seluruh peserta kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia.
Dalam skema yang dipaparkan, sembilan grup akan dibentuk pada babak kedua. Setiap grup terdiri atas empat tim yang memperebutkan dua tiket menuju putaran ketiga.
Apabila Indonesia berhasil melewati tahap tersebut, tantangan berikutnya adalah bersaing bersama 18 negara yang terbagi ke dalam tiga grup pada putaran ketiga. Enam tiket langsung akan diberikan kepada juara dan runner-up masing-masing grup.
Sementara itu, negara yang finis pada urutan ketiga dan keempat masih memiliki kesempatan melalui putaran keempat untuk memperebutkan dua tiket lainnya.
Dengan mekanisme tersebut, posisi Pot 3 hanya menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang menuju putaran final. Perhatian selanjutnya tertuju pada hasil pemeringkatan yang digunakan, kepastian peserta, serta komposisi grup setelah drawing dilaksanakan.
Bagi Timnas Indonesia, kemungkinan terhindar dari Malaysia dan Filipina merupakan konsekuensi menarik dari proyeksi pengundian. Namun, peluang melangkah lebih jauh tetap harus ditentukan melalui hasil pertandingan, bukan sekadar pembagian pot.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















