Headline.co.id ~ Headline.co.id, Malang — Arema FC bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menahan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 2-2 pada lanjutan BRI Super League 2026-2027 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (10/10/2026) sore WIB. Bhayangkara sempat unggul melalui Matías Ocampo dan Milan Ristovski pada babak pertama, sebelum Arema membalas lewat Marcos Vinicius dan Oluwasegun Samuel Otusanya pada paruh kedua. Hasil imbang itu membuat kedua tim berbagi poin setelah pertandingan yang dipimpin wasit Sance Lawita tersebut berlangsung dalam tempo tinggi hingga menit-menit akhir.
Laga disaksikan 1.528 penonton dalam cuaca cerah dengan suhu 28 derajat Celsius. Bhayangkara tampil agresif sejak awal dan memanfaatkan serangan cepat untuk menekan pertahanan tuan rumah. Arema kemudian mengubah jalannya pertandingan melalui pergantian pemain dan dua gol dalam rentang delapan menit pada babak kedua.
Bhayangkara Unggul Dua Gol pada Babak Pertama
Bhayangkara membuka skor pada menit ke-14. Matías Ocampo menuntaskan peluang melalui tembakan terarah setelah menerima umpan dari Moussa Sidibé. Gol itu membuat tim tamu semakin percaya diri dalam membangun serangan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Keunggulan Bhayangkara bertambah pada menit ke-30. Milan Ristovski mengonversi umpan Kevin Sibille untuk membawa timnya unggul 2-0 atas Arema FC.
Arema berusaha merespons tekanan tersebut, tetapi belum mampu memperkecil ketertinggalan hingga penghujung babak pertama. Penyerang Arema, Marcos Vinicius, menerima kartu kuning pada menit ke-41 setelah melakukan pelanggaran terhadap Moussa Sidibé. Ocampo kemudian diganjar kartu kuning pada menit ke-45+2 akibat pelanggaran keras.
Drama terjadi pada menit ke-45+5. Wasit Sance Lawita sempat menunjuk titik putih untuk Arema setelah dugaan handball Ocampo di kotak penalti. Namun, keputusan tersebut dibatalkan setelah wasit meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR) di pinggir lapangan.
Arema FC Samakan Skor dalam Delapan Menit
Pelatih Arema FC, Marcos Vinicius Santos Goncalves, melakukan perubahan sejak awal babak kedua dengan memasukkan Arkhan Fikri untuk menggantikan Hansamu Yama Pranata. Pergantian itu diikuti peningkatan tekanan Arema terhadap lini belakang Bhayangkara.
Arema memperkecil ketertinggalan pada menit ke-51. Marcos Vinicius mencetak gol balasan setelah memanfaatkan assist Gabriel Silva. Gol tersebut menghidupkan kembali peluang tuan rumah untuk mengejar hasil pertandingan.
Delapan menit kemudian, tepatnya pada menit ke-59, Arema menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Oluwasegun Samuel Otusanya mencetak gol yang membuat Stadion Kanjuruhan bergemuruh.
Bhayangkara kemudian melakukan pergantian ganda pada menit ke-64. Milan Ristovski dan Frengky Missa ditarik keluar untuk digantikan Anton Søjberg dan Firza Andika. Pada menit ke-68, gelandang bertahan Arema, Matheus atau M. Blade, menerima kartu kuning.
Pergantian kembali dilakukan Bhayangkara pada menit ke-72 dengan memasukkan Nehar Sadiki untuk menggantikan kapten Kevin Sibille. Dua menit kemudian, Arema merotasi lini tengah dengan menurunkan Gustavo França Amadio menggantikan Careca.
Rotasi Pemain dan Kartu pada Menit Akhir
Arema mengganti pencetak gol keduanya pada menit ke-79. Mauro Zijlstra masuk menggantikan Oluwasegun Samuel Otusanya. Bhayangkara juga masih berupaya mengubah permainan, tetapi kedua tim tidak mampu mencetak gol tambahan.
Mauricio Vera menjadi pemain Bhayangkara berikutnya yang menerima kartu kuning pada menit ke-84. Arema melakukan pergantian terakhir pada menit ke-89 dengan memasukkan Leo Guntara untuk menggantikan kapten Johan Ahmat Farizi.
Berdasarkan rekap pertandingan, kartu kuning Arema diberikan kepada Marcos Vinicius pada menit ke-41 dan Matheus atau M. Blade pada menit ke-68. Dari Bhayangkara, kartu kuning tercatat untuk Matías Ocampo pada menit ke-45+2 dan Mauricio Vera pada menit ke-84. Tidak ada kartu merah dalam pertandingan tersebut.
Data e-start list juga mencatat sejumlah sanksi lain. Di kubu Bhayangkara Presisi Lampung FC, I Putu Gede Juni dan Allano Brendon de Souza Lima menerima kartu kuning. Matias Ernesto Ocampo Ornizun juga tercatat mendapat kartu kuning, sementara T. M. Ichsan yang berada di bangku cadangan turut menerima kartu kuning.
Perubahan Taktik Kedua Tim
Selain Arkhan Fikri, Arema memasukkan Mauro Nils Zulstra, Gustavo Franca Amadio, Salim Akbar Tuharea, dan Robi Darwis dari bangku cadangan untuk meningkatkan daya gedor setelah tertinggal dua gol.
Bhayangkara Presisi Lampung FC di bawah arahan Oscar Willian Bruzon Barreras juga melakukan sejumlah perubahan untuk mempertahankan keunggulan dan meredam tekanan tuan rumah. Pemain yang diturunkan dari bangku cadangan lain Nehar Sadiki, Anton Soejberg Horup, T. M. Ichsan, Sani Rizki Fauzi, Wahyu Subo Seto, Damianus Adiman Putra, I Made Andhika Pradana Wijaya, Muhammad Ferarri, serta penyerang sayap Ryan Kurnia.
Namun, setelah sempat memimpin 2-0, Bhayangkara harus menerima hasil imbang. Arema FC menyelesaikan laga dengan kebangkitan pada babak kedua, sedangkan skor 2-2 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















