Headline.co.id ~ Persebaya U-18 meraih kemenangan 3-1 atas PSS Sleman U-18 dalam pertandingan di Stadion Tridadi, Sleman, Sabtu (3/10). Green Force muda tetap mampu membawa pulang tiga poin meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-68. Persebaya U-18 menang setelah mencetak dua gol pada masa injury time melalui Felix Alberto dan Alfredo Nararya. Kemenangan tersebut diraih lewat permainan penuh determinasi setelah skor sempat imbang 1-1.
Persebaya U-18 Unggul pada Babak Pertama
Persebaya U-18 membuka keunggulan pada menit ke-19. Juan Frits memanfaatkan kesalahan kiper PSS U-18 untuk mencuri momentum dan membawa timnya unggul 0-1.
Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum. PSS Sleman U-18 kemudian langsung meningkatkan tekanan setelah pertandingan memasuki babak kedua.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Upaya tuan rumah membuahkan hasil pada menit ke-49. PSS berhasil membobol gawang yang dikawal Yoga Putra sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Situasi Persebaya U-18 semakin sulit ketika M. Farhan menerima kartu kuning kedua pada menit ke-68. Green Force muda pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Bermain dengan 10 Pemain
Kehilangan satu pemain tidak membuat Persebaya U-18 kehilangan keberanian. Para pemain justru berusaha tampil lebih gigih untuk menjaga keseimbangan permainan dan menghadapi tekanan dari PSS Sleman U-18.
Setiap pemain bekerja lebih keras untuk menutup ruang serta mencari peluang di tengah keterbatasan jumlah pemain. Persebaya U-18 juga tetap berusaha menjalankan rencana permainan meski harus melakukan penyesuaian setelah M. Farhan dikeluarkan.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil pada masa injury time. Persebaya U-18 mencetak dua gol melalui Felix Alberto dan Alfredo Nararya.
Dua gol itu memastikan Persebaya U-18 menutup pertandingan dengan kemenangan 3-1 atas PSS Sleman U-18. Hasil tersebut sekaligus membawa Green Force muda pulang dengan tiga poin dari Stadion Tridadi.
Fani Setyo Apresiasi Perjuangan Pemain
Pelatih Persebaya U-18, Fani Setyo, mengapresiasi perjuangan para pemain setelah pertandingan. Menurut dia, semangat dan keberanian untuk terus berjuang menjadi kunci ketika tim harus bermain dengan 10 pemain.
“Anak-anak menunjukkan fighting spirit yang luar biasa. Dalam situasi seperti itu, mereka tetap mau bekerja keras, saling membantu, dan percaya sampai pertandingan selesai. Ini yang sangat kami apresiasi,” ujar Fani.
Fani juga menyoroti ketenangan para pemain setelah kehilangan satu pemain. Menurutnya, para pemain tidak panik dan tetap berkomunikasi untuk menjalankan hal-hal yang sudah disiapkan.
“Saya melihat anak-anak tidak panik. Mereka tetap berkomunikasi dan menjalankan apa yang sudah kami siapkan. Memang ada penyesuaian setelah kami kehilangan satu pemain, tetapi mereka bisa merespons situasi dengan baik,” tuturnya.
Kemenangan Jadi Bahan Evaluasi
Meski puas dengan kemenangan 3-1, Fani Setyo menyebut masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi. Ia menilai hasil pertandingan tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar performa Persebaya U-18 semakin matang pada laga berikutnya.
“Masih ada beberapa hal yang harus kami evaluasi. Kami perlu lebih konsisten, terutama dalam menjaga konsentrasi dan mengelola pertandingan. Kemenangan ini kami syukuri, tetapi kami juga harus belajar dari setiap proses agar ke depan bisa lebih baik,” pungkasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















