Tagar #PrayForThailand Trending, Aksi Keji Pelaku Tewaskan 20 Orang

  • Whatsapp
Dalam Aksi brural tersebut 20 orang meninggal dunia sedangkan 42 orang lainnya terluka.
Dalam Aksi brural tersebut 20 orang meninggal dunia sedangkan 42 orang lainnya terluka. (Foto: Net)

HeadLine.co.id, (Internasional) – Aksi brutal yang dilakukan oleh Sersan Thomma, seorang tentara di Thailand membuat dunia gempar. Sersan Thomma menembak mati komandan dan dua rekannya di camp militer Surathampithak. Ia lantas mencuri sejumlah senjata dan amunisi sebelum kabur ke mall Terminal 21 atau dikenal sebagai Korat di Distrik Muang.

Aksi tersebut terjadi pada Sabtu (08/02) sore waktu setempat. Pelaku menggunakan machine gun dan pistol untuk menembak korban-korban sipil tak bersalah.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Jakapanth Thomma Berhasil Ditembak Mati, Aksi Brutal di Thailand Berakhir

Aksi kejinya ternyata sempat disiarkan lewat tayangan live streaming di Facebook. Namun saat ini akun milik pelaku sudah dinonaktifkan.

“Aparat keamanan sudah mencoba untuk memaksa keluar tentara tersebut, namun justru disambut dengan tembakan yang lebih brutal. Dilaporkan seorang polisi meninggal dalam upaya melumpuhkan Sersan Thomma,” ucap Anutin Charnvirakul selaku Menteri Kesehatan Thailand.

Aksi keji Tentara Thailand menjadi trending topic di Twitter Indonesia
Aksi keji Tentara Thailand menjadi trending topic di Twitter Indonesia

Kejadian ini menjadi pembahasan panas di berbagai platform media sosial, salah satunya Twitter Indonesia. Dipantau pada Minggu (9/2) pukul 19.00 WIB, tagar #PrayForThailand, sudah berada di urutan kedua Trending Topic Indonesia.

Saat ini Sersan Thomma sudah berhasil ditembak mati oleh aparat keamanan. Informasi ini dibenarkan oleh otoritas pejabat terkait. Hingga berita ini diturunkan belum bisa dipastikan motif dari aksinya.

Baca Juga: Tentara Thailand Menggila, Puluhan Orang Menjadi Korban Tembakannya

“Kami tidak tahu apa alasannya melakukan ini. Sepertinya dia sedang ‘menggila’,” jelas Juru Bicara Menteri Pertahanan, Kongcheep Tantrawanait, dilansir dari Reuters.

Aksi kejinya memakan korban setidaknya 20 orang meninggal dunia sedangkan 42 orang lainnya terluka. Lebih lanjut, sebanyak 21 orang diketahui masih dirawat, sedangkan 21 lainnya sudah dipulangkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *