Headline.co.id, Jakarta ~ — WALHI Jawa Barat mengapresiasi keterbukaan dan komitmen EIGER Nature dalam menjalankan pelestarian lingkungan. Apresiasi itu disampaikan setelah WALHI Jawa Barat kembali mengunjungi EIGER Nature untuk melihat secara langsung perkembangan serta tindak lanjut atas masukan, pandangan, dan kritik yang sebelumnya disampaikan. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengonfirmasi pemenuhan perizinan dan dokumen lingkungan sekaligus meninjau berbagai upaya pengelolaan kawasan.
Dalam peninjauan yang melibatkan akademisi, pakar, dan media itu, WALHI Jawa Barat menyatakan perizinan dan dokumen lingkungan yang diperlukan EIGER Nature telah dipenuhi. Proses pengembangan EIGER Nature telah berlangsung sejak 2018, dengan dokumen utama yang meliputi perizinan tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, dan perizinan bangunan.
WALHI Jabar Cek Tindak Lanjut Masukan Lingkungan
Pertemuan tersebut turut dihadiri Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc. yang merupakan pakar botani dan konservasi tumbuhan, Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si. selaku pakar konservasi satwa liar, serta Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc. yang merupakan pakar pencemaran lingkungan serta pengelolaan sampah dan limbah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ketiganya merupakan bagian dari tim pakar EIGER Nature. Dalam pertemuan itu, WALHI Jawa Barat berdialog dengan tim EIGER Nature dan melihat secara langsung berbagai upaya yang telah dilakukan di lapangan.
Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Barat Wahyudin Iwang mengatakan, keterbukaan EIGER Nature dalam menerima masukan menjadi salah satu alasan WALHI terus menyampaikan kritik dan pandangan kepada perusahaan tersebut.
“Selama ini kami melihat EIGER Nature sebagai salah satu perusahaan yang masih memiliki komitmen. Kami juga melihat bahwa EIGER sangat terbuka untuk menerima saran, masukan, termasuk kritik. Jarang sekali perusahaan yang bisa menempatkan dirinya seperti itu,” ujar Iwang dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (5/10/2026).
Menurut Iwang, kunjungan kali ini dilakukan untuk memastikan secara langsung apakah berbagai masukan yang telah disampaikan sebelumnya benar-benar ditindaklanjuti.
“Kami datang ke sini untuk melihat secara langsung apakah masukan, saran, pandangan, dan kritik yang sebelumnya kami sampaikan telah dijalankan. Kami melihat langsung bahwa hal-hal tersebut telah ditindaklanjuti. Kami juga melihat keterlibatan para pakar dan akademisi yang mempresentasikan berbagai kegiatan yang berlangsung di sini. Saya mengapresiasi itu,” katanya.
Komitmen EIGER Nature Dinilai Perlu Diperkuat
WALHI Jawa Barat menilai keterlibatan berbagai pihak dalam proses pengembangan EIGER Nature penting untuk membangun pertukaran informasi dan pengetahuan. Menurut Iwang, informasi yang baik dapat menjadi dasar bagi terbentuknya pengetahuan yang baik.
“Bagi WALHI, informasi itu adalah pengetahuan. Informasi yang baik akan menjadi pengetahuan yang baik juga,” ujar Iwang.
Meski memberikan apresiasi atas perkembangan yang dilihat di lapangan, WALHI Jawa Barat menekankan bahwa komitmen terhadap lingkungan merupakan proses jangka panjang. Komitmen tersebut dinilai perlu terus dijalankan dan diperkuat selama pengembangan EIGER Nature berlangsung.
“EIGER Nature ini masih berada di tahap awal dan akan berlangsung dalam jangka panjang. Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project atau menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam,” kata Iwang.
Ia berharap EIGER Nature dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain dalam mengembangkan kegiatan berbasis alam tanpa mengesampingkan aspek lingkungan.
“Harapannya, EIGER Nature bisa menjadi contoh baik bagi pengusaha lain. Komitmen ini perlu terus dijalankan dan diperkuat, dengan tidak mengesampingkan aspek lingkungan,” sambungnya.
EIGER Nature Terapkan Konsep Pentahelix
Direktur Utama EIGER Nature Imanuel Wirajaya mengatakan, keterlibatan berbagai pihak merupakan bagian dari konsep Pentahelix yang diterapkan dalam proses kolaboratif untuk mengevaluasi dan memperkuat pengelolaan kawasan.
Menurut Imanuel, ruang dialog dibuka agar masukan dan kritik yang disampaikan dapat diperiksa kembali melalui kondisi di lapangan. Dengan demikian, berbagai pihak dapat melihat hal-hal yang telah dilakukan, aspek yang sudah baik untuk dipertahankan, serta bagian yang masih perlu diperbaiki atau ditingkatkan.
“EIGER Nature dibangun melalui proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Kami ingin membuka ruang agar masukan dan kritik tidak hanya disampaikan, tetapi juga dapat dilihat kembali secara langsung di lapangan, apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah baik untuk dipertahankan, dan apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan,” ujar Imanuel.
Ia menambahkan, keterlibatan para pihak merupakan bagian dari perjalanan EIGER Nature untuk terus belajar dan memperkuat komitmen terhadap alam, budaya, masyarakat, serta keberlanjutan kawasan.
“Kami percaya, menjaga alam adalah perjalanan bersama. Dari keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi, kita dapat menciptakan pengalaman di alam yang bermakna bagi manusia sekaligus membawa kebaikan bagi alam dan generasi mendatang,” tutupnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















