Headline.co.id, Malang ~ Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 resmi ditutup melalui upacara di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (5/10/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung sejak 30 September 2026 itu diikuti 4.524 peserta dari 34 provinsi. Penutupan dilakukan setelah seluruh rangkaian perkemahan, pembinaan karakter, kegiatan lingkungan, dan kolaborasi lintas lembaga dilaksanakan selama tujuh hari.
Upacara penutupan diisi amanat Direktur Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal pada Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Mastuki. Ia mengajak seluruh peserta bersyukur karena agenda PPSN VI dapat dilaksanakan secara bertahap hingga selesai.
Selain peserta, PPSN VI didukung 135 panitia, 136 Pembina Pendamping (Bindamping), dan 105 Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda). Menurut Mastuki, kehadiran kontingen dari seluruh provinsi menunjukkan luasnya partisipasi pesantren dan gerakan kepramukaan santri di Indonesia.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kehadiran kontingen dari 34 provinsi ini menunjukkan luasnya partisipasi pesantren dan gerakan kepramukaan santri dari berbagai penjuru Nusantara,” ujar Mastuki.
Enam Capaian PPSN VI 2026
Dalam amanatnya, Mastuki memaparkan enam capaian penting PPSN VI. Capaian pertama adalah peluncuran Saka Amal Bakti Kementerian Agama. Peluncuran tersebut menjadi penegasan kembali atas peluncuran Saka Amal Bakti yang pertama kali dilakukan pada PPSN V 2018 oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Mastuki berharap penegasan kembali Saka Amal Bakti dapat menjadi pijakan bagi pengembangan kegiatan kepramukaan di lingkungan Kementerian Agama.
“Kita semua berharap (penegasan kembali) Saka Amal Bakti menjadi awal pengembangan kegiatan kepramukaan yang lebih terarah dan berkelanjutan di lingkungan Kementerian Agama,” kata Mastuki.
Capaian kedua ialah terlaksananya rangkaian kegiatan kepramukaan dan pembinaan karakter santri. Selama tujuh hari, para Pramuka Santri mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, dan kebersamaan.
Pertemuan antarkontingen juga menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman sekaligus memperkuat persaudaraan antarpesantren.
Capaian ketiga berupa gerakan penanaman 1.000 pohon di lingkungan Pondok Pesantren An-Nur II pada 3 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang, pengasuh pesantren, dan para peserta PPSN VI.
“Gerakan ini menjadi aksi nyata untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” tutur Mastuki.
Capaian keempat adalah penguatan wawasan ekologis dan nilai-nilai pendidikan pesantren. Melalui sejumlah kegiatan edukatif, termasuk pembahasan ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta, peserta memperoleh pengayaan mengenai kepedulian terhadap alam, nilai kemanusiaan, dan pembentukan karakter.
Kolaborasi Lembaga dan Dampak Ekonomi
Capaian kelima yang disampaikan Mastuki ialah terbangunnya kolaborasi lintas kelembagaan. Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Agama, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Sako Ma’arif PBNU, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, dan Pondok Pesantren An-Nur II sebagai tuan rumah.
“Sinergi ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Mastuki.
Sementara itu, capaian keenam berkaitan dengan terbukanya peluang perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar lokasi kegiatan. Kehadiran peserta, panitia, pendamping, dan undangan turut menggerakkan sejumlah sektor, seperti konsumsi, penginapan, transportasi, perdagangan, jasa laundry, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan demikian, PPSN VI tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan pembinaan Pramuka Santri, tetapi juga menghadirkan kegiatan lingkungan, penguatan pendidikan pesantren, serta dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar Pondok Pesantren An-Nur II.
Apresiasi bagi Peserta dan Penyelenggara
Dalam kesempatan tersebut, Mastuki menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Menteri Agama, Direktur Jenderal Pesantren, Gubernur Jawa Timur, Bupati Malang, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan Sako Ma’arif PBNU.
Apresiasi khusus juga disampaikan kepada pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo beserta keluarga besar dan para santri. Penghargaan turut diberikan kepada seluruh kontingen, peserta, Pinkonda, Bindamping, serta panitia yang mendukung pelaksanaan PPSN VI.
Mastuki juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan masih terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan maupun pelaksanaan kegiatan.
Upacara penutupan PPSN VI turut diisi pembacaan juara I, II, III, dan juara harapan. Kegiatan tersebut dihadiri para pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, pejabat eselon II Ditjen Pesantren, serta perwakilan Kantor Wilayah dan Kantor Kementerian Agama dari berbagai daerah.
Hadir pula unsur Kwartir Nasional, Sako Ma’arif PBNU, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Malang.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















