Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan kesiapan memanfaatkan jejaringnya di seluruh Indonesia untuk menjadi Agen Perlindungan Sosial. Pernyataan itu disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Rapat Tingkat Menteri tentang Perluasan Perlindungan Sosial dan Rencana Implementasi 2027 di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu perluasan akses perlindungan sosial, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan dalam menggunakan layanan digital. Kemenag akan mengoptimalkan struktur seperti Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, penghulu, satuan pendidikan, dan lembaga keagamaan.
Nasaruddin mengatakan, jejaring Kemenag yang tersebar dari tingkat pusat hingga daerah menjadi kapasitas penting untuk mendukung pelaksanaan program Perlindungan Sosial. Menurut dia, struktur tersebut mencakup hampir 4.000 satuan kerja (satker) dan ribuan KUA yang berada di berbagai kecamatan di Indonesia.
“Kementerian Agama sangat besar kapasitasnya di dalam kabinet kita. Kita memiliki hampir 4.000 satker di seluruh Indonesia, menggurita dari pusat sampai ke bawah. 5.917 KUA ini bertembaran di seluruh kecamatan di seluruh Indonesia,” ujar Menag.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Jejaring Kemenag mencakup satuan pendidikan
Selain KUA, Kemenag memiliki jejaring melalui madrasah, guru agama, siswa, serta perguruan tinggi. Nasaruddin menyebut struktur pendidikan tersebut juga tersebar di berbagai wilayah sehingga berpotensi mendukung perluasan Perlindungan Sosial.
“Madrasah itu 88.114, guru-guru agama semua agama 810.519. Siswa keseluruhannya 10.378.914, itu belum termasuk mahasiswanya 58 perguruan tinggi kemudian juga bertembaran di seluruh Indonesia,” kata Menag.
Menurut Nasaruddin, keberadaan berbagai unsur tersebut memperlihatkan luasnya jangkauan Kemenag di tengah masyarakat. Jejaring itu dinilai dapat menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam menjangkau warga yang memerlukan akses terhadap layanan Perlindungan Sosial.
Kesiapan Kemenag tersebut disampaikan sejalan dengan pembahasan pemerintah mengenai perluasan Perlindungan Sosial dan rencana implementasinya pada 2027. Pemerintah mengembangkan program tersebut melalui pembaruan data dan digitalisasi layanan.
Pemutakhiran data baru mencapai 33 persen
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pemutakhiran data untuk mendukung perluasan Perlindungan Sosial baru mencapai 33 persen. Pemerintah menargetkan sekitar 48 juta keluarga terdaftar dalam Perlindungan Sosial Digital pada 2027.
Dalam proses perluasan akses tersebut, pemerintah memerlukan Agen Perlindungan Sosial atau Agen Perlinsos. Penasihat Khusus Presiden dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan bahwa tidak semua warga dapat menggunakan layanan digital secara mandiri.
Kelompok yang membutuhkan pendampingan lain lansia, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang tidak memiliki perangkat digital atau mengalami kesulitan menggunakannya. Agen Perlindungan Sosial akan membantu warga melakukan registrasi dan mengakses sistem.
Adapun penilaian terhadap kelayakan warga dilakukan oleh sistem. Dengan demikian, peran agen berada pada pendampingan akses dan proses registrasi, bukan menentukan kelayakan penerima Perlindungan Sosial.
Kemenag dinilai memiliki jaringan hingga tingkat daerah
Menteri Agama menilai struktur Kemenag yang tersebar hingga lapisan daerah dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pendampingan tersebut. Jaringan Kemenag mencakup KUA, penyuluh agama, penghulu, madrasah, guru agama, siswa, serta perguruan tinggi.
Peran itu juga sejalan dengan ajakan Menteri Sosial kepada kementerian dan lembaga yang memiliki jejaring hingga lapisan masyarakat agar ikut menjadi Agen Perlindungan Sosial. Kementerian Agama menjadi salah satu kementerian yang dinilai memiliki struktur luas dan terhubung dengan masyarakat di berbagai daerah.
Nasaruddin menegaskan, Kemenag siap mendukung pekerjaan tersebut dengan memanfaatkan struktur organisasinya. Ia menyebut jejaring Kemenag sebagai mesin pemerintah yang dapat digunakan secara luas dan terkoordinasi.
“Dengan demikian potensi atau struktur Kementerian Agama ini, mesin pemerintah yang paling bisa dimanfaatkan, paling masif, paling efektif one komando ini adalah Kementerian Agama ini amat-sangat dahsyat. Karena itu insyaallah kami Kementerian Agama siap mendukung pekerjaan Pak Luhut ini,” pungkas Menag.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















