Headline.co.id, Manado ~ Sulawesi Utara akan menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional IV 2027 yang digelar di Manado dan Tomohon pada 16–21 November 2027. Kepastian itu ditandai penyerahan Surat Keputusan (SK) panitia oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (29/9/2026). Pesparani Katolik Nasional IV 2027 diharapkan menjadi ajang pembinaan iman, seni budaya, dan persaudaraan lintas agama melalui rangkaian perlombaan serta kegiatan pendukung. Menteri Agama meminta perhelatan tersebut dimaknai sebagai liturgi keberagaman yang memperkuat silaturahmi dan kebangsaan.
SK panitia diterima Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay dan Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Muliawan Margadana.
Nasaruddin menegaskan, Pesparani tidak semestinya dipandang hanya sebagai agenda rutin atau kompetisi musik gerejawi. Menurut dia, perhelatan tersebut perlu menghadirkan kebangkitan spiritual, inovasi seni, serta keterlibatan aktif umat dari berbagai agama.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Saya sangat berharap Pesparani ini kita menampilkan sesuatu yang lebih khas, distingtif. Kehadiran Pesparani ini harus dimaknai sebagai sebuah liturgi yang bisa membangkitkan rasa keberagaman itu sendiri. Jadi memperkuat silaturahim,” ujar Menag.
Menag Minta Pesparani Katolik Nasional IV 2027 Libatkan Lintas Agama
Nasaruddin mengatakan, kebangkitan spiritual masyarakat luas, khususnya generasi muda, menjadi hal penting yang perlu dicapai melalui Pesparani. Pendekatan seni dan budaya, kata dia, dapat digunakan untuk menghadirkan suasana batin yang sejuk dan damai.
“Yang kita perlukan di balik Pesparani ini adalah kebangkitan spiritual kita. Maka itu saya minta kepada teman-teman, nanti Pesparani ini semoga bisa menghadirkan suasana kebatinan yang sejuk, yang damai, basah. Terutama anak-anak muda kita, generasi muda kita itu harus diikat dengan suasana kesenian,” tuturnya.
Menag juga meminta panitia memastikan keterlibatan umat agama lain, termasuk Islam, Hindu, dan Buddha. Selain perlombaan, ia mendorong adanya kreasi dan variasi kegiatan karena Manado dikenal sebagai kota seni.
Salah satu kegiatan yang diusulkan adalah seminar internasional mengenai kesadaran beragama. Kegiatan tersebut dinilai dapat memperkaya pesan Pesparani sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah.
Victor Mailangkay menyatakan Sulawesi Utara siap menjadi tuan rumah. Pesparani Katolik Nasional IV 2027 mengusung tema “Satu Harmoni, Berjalan Bersama dari Sulawesi Utara untuk Indonesia Rukun dan Bersaudara”.
Delapan Rangkaian Kegiatan dan Dua Kategori Lomba
Victor menjelaskan, Pesparani Katolik Nasional IV 2027 akan diisi delapan rangkaian kegiatan utama. Agenda tersebut mencakup upacara pembukaan, misa agung, pameran UMKM, seminar dan workshop, parade seni, serta prosesi Kristus Raja Semesta Alam.
Untuk perlombaan, terdapat dua kategori utama, yakni lomba paduan suara dan lomba perorangan. Lomba paduan suara terdiri atas enam kategori yang diikuti peserta dari tingkat anak-anak hingga dewasa campuran.
Sementara itu, lomba perorangan memiliki tujuh jenis perlombaan. Di antaranya bermazmur dari berbagai kategori, cerdas cermat, dan bertutur Kitab Suci.
Ketua Umum LP3KN Muliawan Margadana mengatakan, Pesparani Katolik Nasional bertujuan membina iman umat Katolik sekaligus mengangkat aspek sosial dan budaya dalam konteks liturgi.
Menurut Muliawan, karya musik yang ditampilkan tidak hanya bernuansa Barat. Pesparani juga mengintegrasikan kekayaan etnik Nusantara, seperti Manado, Papua, Flores, dan Dayak.
Ia mengatakan, Pesparani membawa pesan dari Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) sebagai ajang persaudaraan dan kebangsaan. Pesan tersebut, lanjutnya, tercermin dalam susunan kepanitiaan dan jajaran penasihat yang melibatkan tokoh-tokoh dari berbagai agama, sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda.
Diikuti Peserta dari 38 Provinsi
Muliawan memperkirakan Pesparani Katolik Nasional IV 2027 akan dihadiri sedikitnya 10.000 peserta dan tamu dari 38 provinsi di Indonesia, termasuk jajaran uskup se-Indonesia.
Kehadiran ribuan peserta dan kontingen tersebut diharapkan menjadi panggung prestasi menuju ajang internasional. Selain itu, penyelenggaraan Pesparani diproyeksikan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat di Sulawesi Utara.
Sekretaris Eksekutif KWI RD Nikasius Jatmiko atau Romo Iko menyatakan Gereja Katolik mendukung penuh penyelenggaraan Pesparani Katolik IV di Kota Manado. Ia berharap gelaran tersebut menjadi sarana bagi Gereja Katolik untuk berperan aktif dalam membangun kebaikan, toleransi, dan kemajuan bangsa serta negara.
Turut hadir dalam kegiatan itu Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, Dirjen Bimas Katolik Adiyarto Sumardjono, Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung, serta sejumlah pejabat pemerintah Sulawesi Utara dan Kementerian Agama.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















