Headline.co.id, Jakarta ~ Indonesia akan menjadi tuan rumah SOM MABIMS ke-50 yang mempertemukan pejabat tinggi bidang keagamaan dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 1–4 November 2026 untuk memperkuat kerja sama keislaman dan koordinasi antarnegara anggota. Forum ini akan membahas berbagai agenda keislaman serta pertukaran pengalaman dalam menghadapi tantangan kehidupan keagamaan dan sosial di kawasan. Selain pertemuan pejabat tinggi, rangkaian kegiatan juga akan diisi seminar bertema “Khairu Ummah: Praktik Baik Membangun Masyarakat Islam Berkeadaban”.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, MABIMS memiliki posisi strategis sebagai ruang untuk memperkuat kerja sama keagamaan antarnegara di kawasan. Menurut dia, kesamaan karakter masyarakat dan tantangan yang dihadapi negara-negara anggota dapat menjadi modal untuk saling berbagi pengalaman serta mengembangkan praktik baik.
“MABIMS harus menjadi ruang yang semakin produktif untuk mempertemukan pengalaman negara-negara di kawasan. Kita memiliki banyak kesamaan, tetapi masing-masing juga mempunyai praktik baik yang dapat dipelajari dan dikembangkan bersama untuk kemaslahatan umat,” ujar Menag, Selasa (29/9/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
SOM MABIMS ke-50 akan diikuti delegasi dari empat negara anggota, yakni Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura masing-masing dijadwalkan mengirimkan lima delegasi.
SOM MABIMS ke-50 Dorong Kerja Sama yang Berdampak
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kerja sama MABIMS dalam membahas berbagai agenda keislaman sekaligus memperkuat koordinasi antarnegara anggota. Nasaruddin berharap forum itu tidak berhenti pada pertukaran gagasan di tingkat pemerintahan.
Menurut dia, hasil pembahasan perlu diterjemahkan menjadi pengetahuan dan model kerja sama yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan demikian, kerja sama keagamaan tidak hanya menghasilkan kesepahaman, tetapi juga mendorong penerapan praktik yang telah terbukti bermanfaat di masing-masing negara.
“Kerja sama keagamaan akan semakin bermakna ketika hasil pembicaraan kita dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, kita perlu mempertemukan gagasan dengan praktik-praktik konkret yang telah terbukti memberikan manfaat di masing-masing negara,” tutur Nasaruddin.
Seminar Angkat Praktik Baik Masyarakat Islam
Rangkaian SOM ke-50 akan dilengkapi seminar bertema “Khairu Ummah: Praktik Baik Membangun Masyarakat Islam Berkeadaban.” Seminar tersebut menjadi ruang bagi negara-negara anggota MABIMS untuk berbagi pengalaman mengenai praktik pembangunan kehidupan masyarakat Islam.
Tema seminar tidak hanya menyoroti pembangunan umat dari sisi kehidupan keagamaan. Pembahasan juga diarahkan pada penerjemahan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial yang damai, produktif, dan berkeadaban.
Nasaruddin mengatakan, tantangan yang dihadapi masyarakat Muslim saat ini semakin kompleks. Persoalan tersebut tidak selalu dapat diselesaikan oleh satu negara secara sendiri-sendiri sehingga kerja sama kawasan diperlukan untuk menemukan titik temu dan memperkaya pendekatan masing-masing negara.
“Kita ingin masyarakat Islam di kawasan ini tidak hanya kuat dalam kehidupan keagamaannya, tetapi juga mampu menghadirkan nilai agama dalam membangun perdamaian, kepedulian, dan peradaban. Semangat khairu ummah harus mempunyai dampak nyata dalam kehidupan bersama,” kata Menag.
Perkuat Keberlanjutan Kerja Sama MABIMS
SOM ke-50 menjadi momentum untuk memperkuat keberlanjutan kerja sama MABIMS. Melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura diharapkan dapat mengembangkan respons bersama terhadap berbagai tantangan kehidupan keagamaan dan sosial yang berkembang di kawasan.
Kerja sama tersebut juga diharapkan mampu mempertemukan pengalaman setiap negara dengan kebutuhan masyarakat. Kesamaan karakter dan tantangan antarnegara anggota menjadi dasar untuk membangun kerja sama yang lebih produktif serta memberi manfaat bagi kemaslahatan umat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















