Headline.co.id, Jakarta ~ Perkuliahan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya kembali berjalan normal mulai Senin, 28 September 2026. Pada saat yang sama, Kementerian Agama memulai penjaringan calon rektor baru untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan dan layanan akademik di kampus tersebut. Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta seluruh sivitas akademika menjaga suasana kampus tetap kondusif agar mahasiswa dapat kembali belajar dengan tenang.
Kepastian normalnya aktivitas akademik dan dimulainya penjaringan rektor disampaikan dalam Rapat Rutin Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (29/9/2026). Proses pemilihan rektor baru UIN Sunan Ampel ditargetkan selesai dalam waktu tidak lebih dari 18 hari.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan kepentingan mahasiswa dan keberlangsungan pendidikan harus menjadi perhatian utama setelah dinamika yang terjadi di UIN Sunan Ampel dalam beberapa waktu terakhir.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan mahasiswa dapat kembali belajar dengan tenang dan seluruh layanan akademik berjalan sebagaimana mestinya. Saya berharap semua pihak menjaga suasana yang kondusif dan bersama-sama mengembalikan kehidupan akademik kampus,” ujar Menag.
Menurut Nasaruddin, proses penyiapan kepemimpinan baru di UIN Sunan Ampel harus dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan. Rektor yang terpilih nantinya diharapkan dapat membangun kembali komunikasi dengan seluruh unsur kampus serta memperkuat tata kelola perguruan tinggi.
“Kita ingin kepemimpinan berikutnya mampu merangkul seluruh sivitas akademika. Kampus harus menjadi ruang akademik yang sehat, tempat perbedaan dapat dibicarakan melalui dialog dan diselesaikan dengan cara-cara yang baik,” tutur Menag.
Perkuliahan UIN Sunan Ampel Kembali Normal
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno melaporkan kegiatan akademik di UIN Sunan Ampel telah kembali berjalan. Akses terhadap fasilitas kampus yang sebelumnya terkunci juga telah dibuka.
“Per hari Senin sudah kuliah normal semuanya. Sudah dibuka semua gembok-gembok yang selama ini dilakukan anak-anak,” ujar Amien.
Dengan kembali normalnya perkuliahan, proses pembelajaran dan layanan akademik di UIN Sunan Ampel dapat berlangsung sebagaimana mestinya. Kementerian Agama meminta seluruh unsur sivitas akademika ikut menjaga kondisi kampus agar kegiatan pendidikan tetap berjalan baik.
Normalisasi kegiatan kampus tersebut berlangsung bersamaan dengan dimulainya proses penjaringan calon rektor. Kemenag menempatkan keberlanjutan layanan pendidikan dan kepemimpinan perguruan tinggi sebagai bagian dari langkah penanganan kondisi di UIN Sunan Ampel.
Penjaringan Rektor Ditargetkan Selesai 18 Hari
Amien mengatakan pengumuman penjaringan calon rektor UIN Sunan Ampel dilakukan pada Selasa (29/9/2026). Berdasarkan kesepakatan yang ada, proses tersebut ditargetkan menghasilkan rektor baru paling lama 18 hari.
“Inshaallah hari ini kita juga sudah mengumumkan penjaringan calon rektor. Di kesepakatan kami ini, Insha Allah tidak lebih dari 18 hari sudah ada rektor baru karena memang beberapa langkahnya sudah kita perpendek,” jelas Amien.
Ia menyampaikan proses penjaringan tersebut dikawal bersama Inspektorat Jenderal Kementerian Agama dan para guru besar UIN Sunan Ampel. Pengawalan itu dilakukan dalam rangka memastikan tahapan penjaringan berjalan sesuai proses yang telah disepakati.
Menteri Agama sebelumnya menekankan pentingnya proses kepemimpinan baru dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan. Rektor yang nantinya terpilih diharapkan mampu merangkul seluruh sivitas akademika dan menciptakan ruang akademik yang sehat.
Fokus pada Layanan Akademik dan Mahasiswa
Kembalinya perkuliahan UIN Sunan Ampel ke kondisi normal serta dimulainya penjaringan rektor menjadi langkah Kementerian Agama untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan. Selain kegiatan pembelajaran, pelayanan mahasiswa dan agenda akademik lainnya juga diharapkan dapat berlangsung dengan baik.
Kemenag berharap seluruh unsur sivitas akademika menjaga suasana kampus tetap kondusif. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dengan tenang, sementara proses penyiapan kepemimpinan baru dapat berjalan sesuai ketentuan dan target waktu yang telah ditetapkan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















