Headline.co.id, Jakarta ~ Santri Super League 2026 akan digelar Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) pada 29–31 Oktober 2026 di Universitas Indonesia, Depok. Kejuaraan sepak bola mini antarsantri tersebut mendapat dukungan Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai langkah awal menuju Liga Santri. Dalam audiensi di Jakarta, Senin (28/9/2026), Menag juga mengusulkan agar kompetisi pada tahap berikutnya menjajaki pelibatan siswa madrasah dan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Rencana itu disiapkan melalui kompetisi yang tahun ini melibatkan peserta dari delapan provinsi.
Menag Usulkan Pelibatan Madrasah dan PTKN
Nasaruddin mengatakan, Kementerian Agama tidak hanya menaungi pesantren. Menurut dia, terdapat satuan pendidikan lain di lingkungan Kemenag yang berpotensi dilibatkan dalam pengembangan kompetisi sepak bola mini.
“Saya sangat mendukung kegiatan ini,” ujar Menag saat menerima audiensi jajaran KSMI untuk membahas Santri Super League 2026 di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menag kemudian meminta KSMI melihat peluang memperluas cakupan peserta. Pelibatan tersebut dapat mencakup madrasah negeri pada jenjang dasar hingga menengah serta perguruan tinggi keagamaan negeri.
“Kenapa hanya santri? Kemenag juga mempunyai madrasah negeri, mulai dari MIN, MTsN, hingga MAN, serta perguruan tinggi negeri. Mungkin ini bisa dijajaki,” kata Menag.
Usulan itu menjadi salah satu opsi pengembangan kompetisi pada penyelenggaraan berikutnya. Namun, pelibatan siswa madrasah dan mahasiswa PTKN masih berupa gagasan yang perlu dibahas lebih lanjut bersama KSMI sebagai penyelenggara.
Santri Super League 2026 Digelar di Universitas Indonesia
Ketua Umum KSMI Yan Mulia Abidin menjelaskan, Santri Super League 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 29–31 Oktober 2026. Universitas Indonesia, Depok, dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan sepak bola mini antarsantri tersebut.
Menurut Yan, turnamen ini disiapkan sebagai cikal bakal Liga Santri pada tahun berikutnya. KSMI berharap kompetisi yang dimulai dari peserta antarsantri itu dapat berkembang dengan cakupan wilayah yang lebih luas.
“Pak Menteri Agama merespons rencana ini dengan luar biasa. Kami senang bisa berkolaborasi ke depan. Insyaallah, Pak Menteri juga akan hadir untuk membuka acara,” kata Yan seusai audiensi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah jajaran KSMI bertemu dengan Menag untuk membahas rencana pelaksanaan Santri Super League 2026. Dukungan Menag sekaligus membuka peluang pembahasan lanjutan terkait perluasan peserta kompetisi.
Peserta Tahun Ini dari Delapan Provinsi
Yan mengatakan, santri dipilih sebagai peserta awal karena KSMI melihat adanya potensi mereka dalam olahraga. Selain itu, menurut dia, ikatan persaudaraan antarsantri menjadi salah satu pertimbangan dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Ia berharap kompetisi itu dapat menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan di bidang sepak bola mini. Kejuaraan tersebut juga diharapkan memberi kesempatan kepada peserta untuk memperluas pertemanan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kejuaraan melibatkan peserta dari delapan provinsi. KSMI menargetkan cakupan peserta berkembang hingga sekitar 30 provinsi ketika Liga Santri digelar tahun depan.
Pengembangan kompetisi itu masih akan berjalan sesuai pembahasan KSMI dan pihak terkait. Adapun gagasan melibatkan madrasah dan PTKN menjadi salah satu opsi yang disampaikan Menag dalam audiensi tersebut.
KSMI merupakan organisasi yang menaungi komunitas sepak bola mini di seluruh Indonesia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















