Headline.co.id, Bener Meriah ~ Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh, memfinalisasi program hilirisasi perkebunan berupa perluasan dan peremajaan kebun kopi seluas 10.200 hektare. Program tersebut menyasar 821 kelompok tani dengan total 16.240 petani di sembilan kecamatan dan 195 kampung. Finalisasi dibahas dalam rapat di Aula Setdakab Bener Meriah, Kamis (24/9/2026), untuk menyelesaikan kendala verifikasi agar bantuan bibit kopi dapat segera disalurkan. Namun, pembagian bibit yang semula dijadwalkan pada September 2026 belum dapat dilakukan karena proses verifikasi masih berlangsung.
Rapat tersebut diikuti para camat, reje, dan penyuluh pertanian dari sembilan kecamatan. Program peremajaan kopi itu menjadi bagian dari prioritas Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui hilirisasi perkebunan.
Program Peremajaan Kopi Libatkan 16.240 Petani
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah Uswatun Hasanah mengatakan, program perluasan dan peremajaan kebun kopi telah berjalan sejak 2025, sebelum terjadi bencana hidrometeorologi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Uswatun, Kabupaten Bener Meriah memperoleh alokasi kegiatan tersebut melalui forum nasional yang dihadiri Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar. Alokasi itu mencakup perluasan dan peremajaan kebun kopi seluas 10.200 hektare.
Pelaksanaan program melibatkan 821 kelompok tani yang tersebar di sembilan kecamatan dan 195 kampung. Jumlah petani yang menjadi sasaran program mencapai 16.240 orang.
“Dengan melibatkan begitu banyak petani, tentu ini bukan pekerjaan mudah. Karena itu, dibutuhkan peran camat, reje, dan seluruh elemen yang terlibat di dalamnya,” ujar Uswatun.
Ia menjelaskan, keterlibatan pemerintah kecamatan, aparatur kampung, dan penyuluh dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan program yang mencakup wilayah cukup luas. Peran berbagai pihak juga diperlukan dalam proses verifikasi data kelompok tani dan lahan penerima bantuan.
Uswatun mengatakan penyaluran bantuan masih menunggu penyelesaian proses verifikasi berjenjang. Verifikasi dilakukan mulai dari tingkat kabupaten hingga pemerintah pusat sesuai dengan petunjuk teknis program.
Dari total 821 kelompok tani, sebanyak 495 kelompok telah memasuki tahap verifikasi di tingkat provinsi. Sementara itu, 326 kelompok lainnya masih menjalani proses verifikasi di tingkat kabupaten.
Kondisi tersebut membuat pembagian bibit kopi yang semula dijadwalkan pada September 2026 belum dapat dilaksanakan. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah masih perlu memastikan seluruh persyaratan dan data lahan sesuai dengan ketentuan sebelum bantuan disalurkan kepada petani.
Proses verifikasi menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program karena bantuan ditujukan untuk lahan petani yang telah terdata. Hasil verifikasi berjenjang kemudian menjadi dasar untuk melanjutkan penyaluran bantuan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Titik Koordinat dan Jalan Rusak Jadi Kendala
Menurut Uswatun, salah satu kendala dalam proses verifikasi adalah ketidaksesuaian titik koordinat lahan yang dikirimkan petani atau penyuluh. Ketika dilakukan geotagging, titik lokasi yang tercatat ditemukan bergeser sehingga perlu dilakukan penyesuaian.
Selain persoalan data lokasi, kondisi jalan kebun yang rusak pascabencana juga menghambat penyuluh menjangkau sejumlah lahan petani. Kerusakan jalan membuat alat transportasi penyuluh tidak dapat digunakan untuk mencapai beberapa lokasi kebun.
“Permasalahannya mungkin salah satunya titik koordinat yang dikirimkan oleh petani atau penyuluh tidak sesuai. Ketika kita mengambil geotagging, titiknya bergeser. Kemudian ada juga kendala alat transportasi penyuluh yang tidak dapat menjangkau lahan petani karena banyak jalan kebun yang rusak pascabencana,” jelasnya.
Kendala tersebut dibahas dalam rapat finalisasi yang mempertemukan unsur pemerintah kabupaten, kecamatan, aparatur kampung, dan penyuluh pertanian. Pembahasan diarahkan untuk mencari solusi atas persoalan koordinat lahan dan akses menuju kebun.
Pemkab Berharap Penyaluran Segera Dilakukan
Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah Riswandika Putra berharap berbagai kendala dalam proses verifikasi dapat diselesaikan melalui rapat finalisasi. Dengan demikian, penyaluran bibit kopi kepada petani dapat segera dilaksanakan.
“Saya berharap semua kendala dapat kita carikan solusinya, sehingga penyalurannya bisa segera kita lakukan,” ujar Riswandika.
Program hilirisasi perkebunan yang mencakup peremajaan dan perluasan kebun kopi tersebut diharapkan berjalan setelah seluruh tahapan verifikasi selesai. Hingga rapat finalisasi berlangsung, sebagian kelompok tani masih berada dalam proses verifikasi di tingkat kabupaten, sedangkan kelompok lainnya telah memasuki tahap verifikasi di tingkat provinsi.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















