Headline.co.id, Sleman ~ Dinas Sosial Kabupaten Sleman mendorong Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) memperkuat pengasuhan alternatif yang aman, responsif, dan berpusat pada hak anak. Dorongan itu disampaikan dalam Forum LKSA Sleman yang diikuti sekitar 50 pengurus dan pengelola lembaga di Aula Dinas Sosial Sleman, Kamis (24/9/2026). Penguatan dilakukan untuk mencegah praktik diskriminasi dan salah asuh di lingkungan panti yang menjalankan fungsi pengasuhan pengganti keluarga. Dalam forum tersebut, peserta juga mendapat sosialisasi Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Pemerintah Kabupaten Sleman.
LKSA Diminta Cegah Diskriminasi dan Salah Asuh
Kepala Dinas Sosial Sleman Wawan Widiyantoro menyoroti posisi penting LKSA sebagai lembaga pengasuhan pengganti keluarga. Karena itu, lingkungan panti diminta tidak menjadi tempat terjadinya praktik diskriminasi maupun salah asuh.
Komitmen tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam forum yang membahas standardisasi pengasuhan di LKSA. Lembaga pengasuhan anak didorong untuk menghadirkan pola pengasuhan yang menempatkan keselamatan, kebutuhan, dan hak anak sebagai perhatian utama.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Forum itu mempertemukan sekitar 50 pengurus dan pengelola lembaga kesejahteraan sosial di Kabupaten Sleman. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman tentang penyelenggaraan pengasuhan alternatif yang aman dan responsif terhadap kebutuhan anak.
Interaksi Pengurus Harus Mengutamakan Keamanan Anak
Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Sleman Dhimas Ariyanto menegaskan pentingnya kualitas interaksi harian pengurus dan anak. Menurut dia, interaksi tersebut harus mengedepankan aspek keamanan dan pola komunikasi yang sehat.
Selain itu, pengurus LKSA harus memberikan perlindungan dari segala bentuk kekerasan. Penekanan ini memperlihatkan bahwa pengasuhan di lembaga tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga mencakup penciptaan lingkungan yang aman bagi anak.
Perlindungan tersebut menjadi bagian penting dalam pengasuhan alternatif karena LKSA menjalankan peran sebagai pengganti keluarga bagi anak-anak yang berada dalam perawatan lembaga. Dengan demikian, hubungan sehari-hari pengurus dan anak perlu dibangun melalui komunikasi yang sehat serta perhatian terhadap keamanan anak.
LKSA Didorong Menjadi Ruang Hidup Seutuhnya
Ketua Forum LKSA DIY Nyadi Kasmoredjo menyampaikan bahwa LKSA perlu bertransformasi menjadi ruang hidup seutuhnya, bukan sekadar tempat bernaung. Lembaga dituntut memberikan rasa aman sekaligus mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak.
Ruang belajar di lingkungan LKSA juga diharapkan menghargai keberagaman. Seluruh proses pengasuhan harus berpihak pada kepentingan anak, sehingga lembaga dapat menjadi tempat yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Dengan pendekatan tersebut, LKSA tidak hanya menjalankan fungsi perlindungan dasar, tetapi juga menyediakan lingkungan yang mendukung anak untuk belajar, berkembang, dan memperoleh pengasuhan yang sesuai dengan hak serta kebutuhannya.
Forum Sosialisasikan Program Jaring Pengaman Sosial
Selain membahas standardisasi pengasuhan, Forum LKSA Sleman dimanfaatkan untuk menyosialisasikan Program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Program tersebut merupakan skema bantuan sosial tak terencana dari Pemerintah Kabupaten Sleman.
JPS disiapkan untuk mengintervensi kesulitan biaya pendidikan bagi anak yang rentan putus sekolah. Program ini juga ditujukan untuk memfasilitasi pemulihan medis darurat bagi perempuan dan anak korban kekerasan.
Sosialisasi JPS melengkapi pembahasan mengenai perlindungan dan pengasuhan anak dalam forum tersebut. Melalui skema itu, persoalan biaya pendidikan dan kebutuhan pemulihan medis darurat bagi kelompok rentan dapat diintervensi sesuai sasaran yang telah disebutkan dalam program.
Forum LKSA Sleman menjadi wadah bagi Dinas Sosial, pengelola lembaga, KPAD Sleman, dan Forum LKSA DIY untuk memperkuat komitmen terhadap pengasuhan alternatif yang aman, responsif, serta berorientasi pada kepentingan anak.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















