Headline.co.id, Palangka Raya ~ Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 17 dan Km 21. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan tersebut pada Minggu (20/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan kebutuhan personel dan peralatan pemadam terpenuhi. Pemkot Palangka Raya mengerahkan sumber daya bersama TNI, Polri, relawan, dan unsur terkait karena titik api masih ditemukan di sejumlah wilayah.
Dalam peninjauan karhutla Tjilik Riwut, Fairid memantau kondisi lapangan serta upaya pemadaman yang dilakukan petugas. Pemeriksaan secara berkala menjadi dasar bagi pemerintah kota dalam menentukan pengerahan personel dan peralatan ke lokasi yang membutuhkan penanganan.
“Pemerintah Kota Palangka Raya berupaya maksimal dalam memadamkan karhutla. Saat ini kami bersama TNI, Polri, relawan, dan seluruh unsur terkait terus memperkuat upaya di lapangan,” kata Fairid.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pemadaman Karhutla Tjilik Riwut Dibagi ke Sejumlah Wilayah
Fairid mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas pihak. Selain kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 17 dan Km 21, beberapa lokasi yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Kameloh Baru dan kawasan Kompleks Taruna.
Menurut dia, petugas akan terus dikerahkan untuk memadamkan titik api. Penanganan dibagi ke beberapa wilayah agar setiap lokasi dapat ditangani secara maksimal.
“Kami akan terus mengerahkan petugas untuk melakukan pemadaman. Penanganannya kami bagi ke beberapa wilayah agar setiap titik dapat ditangani secara maksimal,” ujarnya.
Pemkot Palangka Raya terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, relawan, masyarakat, dan instansi terkait selama penanganan karhutla berlangsung. Koordinasi dilakukan untuk memperkuat upaya pemadaman di titik-titik yang masih menjadi perhatian.
Warga Usulkan Sumur Bor untuk Sumber Air
Dalam kunjungan di Jalan Tjilik Riwut Km 17, Fairid juga menerima aspirasi warga mengenai pembangunan sumur bor. Warga mengusulkan agar sumur bor dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk pemadaman kebakaran sekaligus cadangan air saat musim kering.
Fairid mengatakan, usulan tersebut akan ditindaklanjuti. Namun, sumur bor perlu dilengkapi mesin pompa dan peralatan pendukung agar dapat digunakan secara optimal untuk mengalirkan air.
“Usulan sumur bor akan kami tindak lanjuti. Setelah sumur dibuat, tentu harus ada mesin untuk mengalirkan air. Mesin yang ada saat ini masih digunakan petugas di lapangan. Kami akan merencanakan pengadaan mesin dan selang air pendukung,” jelasnya.
Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan peralatan dalam penanganan karhutla. Saat ini, mesin yang tersedia masih digunakan oleh petugas di lapangan sehingga pemerintah kota merencanakan pengadaan mesin dan selang air pendukung.
Warga Diminta Waspada dan Tidak Membakar Lahan
Pemkot Palangka Raya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Pelaporan sejak dini dinilai penting agar titik api dapat segera ditangani. Pemkot Palangka Raya menyatakan koordinasi bersama TNI, Polri, relawan, masyarakat, dan instansi terkait akan terus diperkuat dalam penanganan karhutla.
Peninjauan di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 17 dan Km 21 dilakukan Fairid untuk memastikan kondisi lapangan serta kebutuhan penanganan dapat dipantau secara langsung. Pemerintah kota selanjutnya mengarahkan pengerahan personel dan peralatan sesuai kondisi di sejumlah wilayah yang masih menjadi perhatian.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.













