Headline.co.id, Bandung ~ Polda Jawa Barat menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengamanan untuk pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Pengaturan lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan dan penumpukan kendaraan di jalur menuju stadion, dengan melibatkan personel dalam sejumlah kawasan pengamanan. Selain akses stadion, pengamanan mencakup hotel delegasi, lokasi latihan tim, serta kawasan stadion yang dibagi dalam empat ring.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, jalur arteri menuju Stadion Si Jalak Harupat dibagi menjadi enam kawasan pengamanan. Sebanyak 156 personel ditempatkan untuk mengawasi jalur yang membentang dari Fly Over Kopo, Sayati, Katapang, Soreang, hingga gerbang stadion dan Gajah Mekar.
“Enam kawasan tersebut dijaga oleh 156 personel, membentang panjang mulai dari Fly Over Kopo, Sayati, Katapang, Soreang, hingga menuju area gerbang stadion dan Gajah Mekar,” kata Hendra di Bandung, Selasa (22/9/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Personel yang bertugas akan menerapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas. Rekayasa tersebut meliputi sterilisasi, penyekatan jalan, serta pengawalan bus pemain dan suporter menuju Stadion Si Jalak Harupat.
Polda Jabar menyatakan pengaturan difokuskan pada jalur-jalur yang menjadi akses menuju kawasan stadion. Langkah itu disiapkan untuk mendukung kelancaran mobilitas selama pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung.
Hendra mengatakan pengamanan turnamen dilakukan melalui Operasi Garuda Bakti 2026. Dalam operasi tersebut, kepolisian mengedepankan langkah preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum.
“Kami menyadari bahwa ajang berskala internasional ini membawa kebanggaan sekaligus tantangan bagi Jawa Barat. Oleh karena itu, melalui Operasi Garuda Bakti 2026, kami mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, didukung penegakan hukum yang tegas,” ujar Hendra.
Antisipasi gangguan keamanan dan gesekan suporter
Selain mengatur arus kendaraan, kepolisian akan mengawasi potensi gangguan keamanan selama turnamen. Potensi yang menjadi perhatian meliputi kejahatan jalanan, aksi premanisme, dan kemungkinan gesekan antarsuporter.
Menurut Hendra, keselamatan pemain, ofisial, dan masyarakat menjadi prioritas dalam pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026. Kepolisian juga menjadikan tragedi masa lalu sebagai pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Keselamatan pemain, ofisial, dan masyarakat adalah prioritas utama kami, dengan terus mengambil pelajaran dari tragedi masa lalu agar tidak kembali terulang,” katanya.
Pengamanan tidak hanya dilakukan di sekitar stadion. Polda Jabar juga memperkuat pengamanan di sejumlah hotel yang menjadi lokasi akomodasi delegasi. Hotel yang disebutkan dalam pengamanan tersebut ialah Hotel Pullman Bandung Grand Central, Crown Plaza, Trans Luxury, dan Hilton Bandung.
Empat lokasi latihan tim Grup B
Polda Jabar turut menyiagakan 125 personel Polrestabes Bandung untuk mengamankan empat lokasi latihan tim nasional peserta Grup B. Tim yang disebutkan ialah Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.
Empat lokasi latihan tersebut terdiri atas Lapangan Arcamanik, Saraga ITB, Lapangan Sidolig, dan Lapangan Unpad. Penempatan personel dilakukan sebagai bagian dari pengamanan rangkaian pelaksanaan turnamen di wilayah Jawa Barat.
Secara keseluruhan, Polda Jabar menyiapkan 2.026 personel gabungan untuk mengamankan FIFA ASEAN Cup 2026 Grup B di Stadion Si Jalak Harupat. Jumlah tersebut mencakup pengamanan di kawasan stadion, jalur lalu lintas, lokasi akomodasi delegasi, dan tempat latihan tim.
Pengamanan stadion dibagi empat ring
Pengamanan di kawasan Stadion Si Jalak Harupat akan menggunakan sistem empat zona atau ring, mulai dari Ring 1 hingga Ring 4. Pembagian tersebut dilakukan untuk mengatur pengamanan berdasarkan tingkat dan lokasi kegiatan.
Ring 1 akan dijaga oleh steward. Apabila terjadi kejadian tertentu, petugas steward dapat meminta bantuan kepada kepolisian.
“Untuk Ring 1 dilaksanakan oleh pengamanan steward yang nantinya apabila ada kejadian tertentu dapat meminta bantuan kepada kepolisian,” ujar Hendra.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















